Grayanotoxin, Senyawa Beracun pada Madu

Sahabat Sehat, bagi kamu penikmat madu perlu lebih berhati-hati dalam memilih jenis madu yang akan dikonsumsi. Hal ini dikarenakan lebah madu mungkin memproduksi madu dari tanaman genus Rhododendron. Beberapa spesies tanaman Rhododendon mengandung grayanotoxin yang memiliki potensi negatif bagi kesehatan.

gejala keracunan Grayanotoxin
Foto: Pexels.com

Apa itu?

Grayanotoxin adalah racun saluran natrium alami yang memasuki pasokan makanan manusia lewat madu dari tanaman genus Rhododendron. Grayanotoxin (mad honey) ditemukan di daun, bunga, dan nektar juga ditemukan pada anggota lain dari keluarga botani Ericaceæ. Senyawa alami ini utamanya ditemukan pada serbuk sari dan madu nektar dari Rhododendron luteum, R. ponticum, dan R. simsii.

Sebelum dikenal sebagai grayanotoxin, senyawa alami beracun ini disebut sebagai andromedotoxin, acetylandromedol, dan rhodotoxin. Jenis spesifik dari senyawa ini bervariasi bergantung pada spesies tanaman. Senyawa ini tersusun dari diterpen, hidrokarbon siklik polihidroksilasi yang ngga mengandung nitrogen.

Jalur Eksposur dan Toksisitas

Keracunan terjadi ketika grayanotoxin memasuki pasokan makanan manusia. Eksposur melibatkan mengonsumsi madu yang terkontaminasi oleh nektar dengan grayanotoxins atau teh yang dibuat dari tanaman Rhododendron.

Dosis terendah penyebab keracunan dilaporkan antara 5-30 gram, tetapi jumlahnya bervariasi dan bisa mencapai 300 gram. Muntah bisa menjadi gejala paling umum akibat paparan grayanotoxin dan biasanya akan mengurangi jumlah racun yang terserap.

Mekanisme Toksisitas

Grayanotoxin mengikat saluran natrium pada membran sel dan mencegah inaktivasinya. Kondisi tersebut merangsang sel saraf dan otot untuk dipertahankan dalam keadaan depolarisasi yang akhirnya menmpengaruhi masuknya kalsium ke dalam sel. Ketika grayanotoxin masuk tubuh, bagian yang mungkin terpengaruh diantaranya otot rangka dan jantung, saraf, dan sistem saraf pusat.

racun Grayanotoxin pada madu Rhododendon
Foto: Pexels.com

Reaksi dan Gejala Keracunan

Keracunan terkait dengan paparan grayanotoxin dikenal sebagai “honey intoxication” (keracunan madu). Hal ini paling sering dikaitkan dengan konsumsi madu yang dihasilkan dari serbuk sari dan nektar rhododendron. Konsentrasi toksik dari grayanotoxin menyebabkan reaksi negatif bagi tubuh, yakni mengganggu keseimbangan kanal ion natrium pada neuron.

Mual dan muntah adalah gejala umum keracunan grayanotoxin. Gejala yang lebih jarang adalah rasa terbakar, kesemutan, dan mati rasa di sekitar mulut. Toksin ini mempengaruhi sel saraf, mulai dari saraf otak, jantung dan otot lainnya. Hal ini menyebabkan keracunan grayanotoxin bukan hanya menyebabkan masalah seperti pusing, lemah, kebingungan, gangguan penglihatan, keringat berlebih dan aliran air liur, tetapi juga detak jantung tidak teratur atau sangat lambat, tekanan darah rendah, dan pingsan.

Penanganannya

Penanganan awal keracunan grayanotoxin harus mencakup pemberian arang aktif jika dikonsumsi dalam waktu 2 jam. Dosis arang aktif yang direkomendasikan adalah 0,5-1 gram/kg pada anak-anak atau 25-100 gram pada orang dewasa. Penanganan ini sudah dianggap cukup untuk mengatasi keracunan grayanotoxin.

Bila terjadi bradikardia (detak jantung lebih lambat dari normal) yang signifikan dapat diobati dengan atropin atau dibantu alat pacu jantung. Meskipun agen eksperimental seperti tetrodotoxin telah digunakan untuk membalikkan efek grayanotoxin I, hingga sekarang belum ditemukan antidot secara klinis. Lidokain atau antiaritmia penghambat saluran natrium (kelompok I) lainnya diperkirakan akan sesuai dengan aritmia ventrikel, yakni irama jantung abnormal yang dimulai di ventrikel/2 ruang bawah jantung.

Sahabat Sehat, guna menghindari risiko paparan grayanotoxin sebaiknya beli madu dari produsen yang terpercaya. Lebih berhati-hati dalam belanja ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Gunduz A, Turedi S, Russell RM, Ayaz FA. 2008. Clinical review of grayanotoxin/mad honey poisoning past and present. Clin Toxicol (Phila). 46(5):437-42. doi: 10.1080/15563650701666306. PMID: 18568799.

Jansen SA, Kleerekooper I, Hofman ZL, Kappen IF, Stary-Weinzinger A, van der Heyden MA. 2012. Grayanotoxin poisoning: ‘mad honey disease’ and beyond. Cardiovasc Toxicol. 12(3):208-15. doi: 10.1007/s12012-012-9162-2. PMID: 22528814; PMCID: PMC3404272.

National Center for Biotechnology Information. 2022. PubChem Compound Summary for CID 20842, Grayanotoxin I. Retrieved August 5, 2022 from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Grayanotoxin-I.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.