Melindungi Konsumen dengan Product Recall

mengenal product recallFoto : Pexels.com

Pernahkah Sahabat Sehat membaca mengenai penarikan lebih dari 7 juta tipe mobil dari salah satu merek ternama pada Januari 2010, karena pedal gas yang ngga berfungsi? Atau penarikan produk cokelat dari 55 negara karena laporan adanya kontaminasi plastik? Jika belum, mugkin kamu pernah menerima telpon atau notifikasi produk ditarik produsen dan diberi kompensasi setelahnya?

Inilah yang dikenal sebagai product recall. Dalam industri pangan, penarikan ini sering disebut food recall. Ingin tahu lebih jauh tentang product recall? Simak ulasan berikut.

Apa itu product recall?

Penarikan produk sering terjadi dan merupakan isu serius karena berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan konsumen. Menurut FAO, product recall merupkan aksi untuk meghilangkan produk dari pasar pada semua level rantai pangan, termasuk yang sudah menjadi milik konsumen. Beberapa negara menggunakan istilah ‘market withdrawal’ (penarikan pasar). FDA mewajibkan market withdrawal bila terjadi kesalahan kecil dalam produk yang ngga menjadi subyek perbutan legal oleh FDA atau ngga menyebabkan adanya korban.

Di Indonesia, food recall wajib dilakukan (mandatory recall) bila menerima perintah dari Kepala Badan BPOM. Seringkali produsen maupun importir melakukan voluntary recall (penarikan sukarela) ketika menemukan bahaya produk atau laporan konsumen. Meskipun demikian, adanya voluntary recall tetap perlu dilaporkan ke BPOM.

Skandal pangan berujung  food recall

Kasus food recall dapat menjadi skandal besar dan bahkan mempengaruhi hubungan diplomatik dan menghadirkan legislasi baru untuk melindungi konsumen. Beberaoa kasus, diantaranya:

Skandal daging di Brazil

Pada 17 Maret 2017, polisi federal Brazil menuduh bahwa negara pengekspor daging membayar inspektur kesehatan untuk menutup mata pada praktik pengolahan yang buruk, termasuk melakukan re-pacakaging daging sapi setelah melewati sell-by date, penggunaan kedelai pada pembuatan ham kalkun, dan penggunaan zat aditif yang berlebihan. Kasus ini merugikan bisnis ekspor daging Brazil sebesar $13 triliun dan menyebabkan perusahaan yang terlibat rugi besar dan harus melakukan food recall.

mengenal product recall
Foto : Pixabay.com

Telur mengandung fipronil di Uni Eropa

Pada Juli 2017, jutaan telur ditarik dari supermarket karena cemaran fipronil (insektisida yang berbahaya bagi manusia). Cemaran fipronil pada produk bisa mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal dan tiroid bila tertelan. Sebanyak 180 peternakan melakukan lock down untuk pemeriksaan secara menyeluruh. Food recall dan skandal pangan ini memukul industri peternakan dan berbagai sektor ekonomi di Belanda.

Penarikan produk mie instan Korea di Indonesia

BPOM mengeluarkan surat penarikan semua produk mie instan Korea dari semua level pasar pada tahun 2017 karena terindikasi positif mengandung DNA spesifik babi. Beberapa merek produk yang ditarik yakni Samyang (mie instan U-Dong dan rasa kimchi), Nongshim (Shim Ramyun Black), Ottogi (yeul ramen).

Dilansir dari Food Review, pada tahun 2015 dalam data Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (IRASFF) beberapa contoh kasus terlaporkan dan ditindaklanjuti diantaranya temuan Listeria pada es krim, aflatoksin pada pangan, plastik pada coklat, merkuri pada ikan beku dan Bacillus pada kepiting kaleng. Setiap laporan konsumen menjadi sangat penting, guna dapat segera dicek dan mencegah bahaya yang lebih besar.

Nah, Sahabat Sehat bila menemukan kejanggalan pada produk seperti ada kontaminasi benda, sakit setelah mengonsumsi makanan kemasan atau indikasi lainnya, segera hubungi customer service produsen supaya mereka bisa mengambil tindakan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Food Review. 2017. Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen https://www.foodreview.co.id/blog-5669231-Penarikan-Produk-Pangan-untuk-Perlindungan-Konsumen.html. Diakses 12 September 2021.

Soares, N. 2018. Product Recalls in the Food Industry. https://www.theauditoronline.com/product-recalls-in-the-food-industry/. Diakses 12 September 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.