Terumbu karang biasa dijumpai pada pinggiran pantai atau beberapa wilayah yang masih terpapar sinar matahari sekitar 50 meter di bawah permukaan laut. Sebagian diantaranya hidup jauh di dasar laut tanpa membutuhkan paparan cahaya. Jenis seperti ini ngga bersimbiosis dengan zooxanthellae (golongan alga) dan ngga membentuk karang.
Sahabat Sehat pasti sudah tau kan kalau terumbu karang memiliki manfaat besar. Misalnya seperti sebagai sumber makanan tinggi protein, bahan obat, bahan bangunan, sumber mata pencaharian, serta perlindungan pantai terhadap gelombang dan arus ombak.
Terumbu karang adalah tempat hidup berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme laut lainnya serta menjadi laboratorium alam untuk penelitian. Mulai dari ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning hingga bidang kepariwisataan yang memanfaatkan terumbu karang.

Apa itu pemutihan karang?
Ekosistem terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama salinitas, sedimentasi, eutrofikasi, dan suhu. Perubahan iklim seperti suhu, polusi, dan aktivitas penangkapan biota laut yang berlebihan merupakan pemicu utama coral bleaching.
Penyebab lainnya, yakni pengendapan akibat pengerukan, lama paparan cahaya akibat air surut, pengasaman kimia air laut dan penyakit. Penyebab ini berkontribusi terhadap pemutihan karang secara massal dan meluas dari puluhan hingga ratusan kilometer.
Pemutihan karang terjadi ketika karang kehilangan warnanya yang cerah dan memudar. Karang mengalami tekanan atau stress akibat lingkungan laut yang berubah, misalnya suhu air meningkat menjadi lebih panas. Alga yang memberikan warna pada karang tersebut akan pergi sehingga warna karang memudar dan mati.

Dampak pemutihan karang bagi kehidupan
Terumbu karang mendukung beberapa ekosistem dengan keanekaragaman hayati terbanyak di bumi ini. Ribuan hewan laut dan kehidupan manusia tentu akan terdampak dari pemutihan terumbu karang.
Pertama, dampak bagi spesies laut, contohnya penyu, kepiting, ubur-ubur, udang, bintang laut, dan lainnya yang bergantung pada terumbu karang untuk bertahan hidup dan berlindung dari pemangsa. Kondisi ini memegang peranan penting dalam rantai makanan, bila tidak teratasi dapat memicu kepunahan.
Kedua, ketiadaan terumbu karang akan menurunkan sumber penghasilan masyarakat, ketahanan pangan, dan keselamatan penduduk. Jika ini terjadi, hanya tembok laut buatan manusia yang bisa diandalkan sebagai pelindung kekuatan gelombang dan badai. Selain mahal, tembok ini kurang efektif karena bisa merusak lingkungan akibat pembangunan yang merugikan. Dari sini juga bisa terlihat bahwa kepunahan karang akan menimbulkan masalah besar bagi siapa pun yang memanfaatkan hewan laut sebagai sumber protein.
Sahabat Sehat, kontribusi pencegahan pemutihan karang saat ini dikelola melalui salah satu kebijakan pemerintah yaitu program nasional yang disebut COREMAP (Coralreef Rehabilition And Management Program). Program ini merupakan upaya rehabilitasi, konservasi, dan pengendalian ekosistem secara berkelanjutan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
