Halo Teman Sehat! Kamu pernah ngga diberi nasihat oleh orang tua agar ngga makan sambil bermain handphone? Atau kalau makan harus pelan-pelan? Ternyata, selain terkait dengan kesopanan, ada suatu istilah yang menjelaskan pentingnya menjaga kebiasaan-kebiasaan baik tersebut saat makan, yaitu mindful eating atau makan dengan sadar. Bagaimana maksudnya? Yuk, simak ulasan berikut!

Mengenal mindful eating
Mindful eating adalah kebiasaan makan yang berdasar pada konsep mindfulness yang diartikan sebagai berfokus terhadap momen saat ini dan dengan tenang menyadari dan menerima perasaan, pikiran dan sensasi di dalam tubuhmu di momen tersebut. Seperti halnya mindfulness, mindful eating bisa digambarkan sebagai menaruh seluruh perhatian dan fokusmu pada momen saat kamu makan. Sebuah studi menjelaskan bahwa mindful eating mengurangi kebiasaan makan ngga sehat seperti emotional eating dan binge eating. Beberapa hal yang termasuk dalam praktik mindful eating diantaranya:
- Makan dengan perlahan
- Memerhatikan sinyal-sinyal tubuh saat lapar atau kenyang
- Melibatkan panca indera dengan memerhatikan warna, aroma, tekstur, dan rasa makanan
- Menyadari respon terhadap makanan (suka, tidak suka, atau netral)
- Makan bertujuan untuk mempertahankan kesehatan
- Menyadari efek makanan yang dikonsumsi terhadap tubuh.
Mengapa mindful eating penting?
Teman Sehat, saat ini orang-orang cenderung larut dalam kesibukan sehingga lupa untuk memperhatikan keadaan diri sendiri. Kegiatan makan pun hanya menjadi suatu rutinitas di sela-sela kesibukan tanpa menyadari arti pentingnya. Padahal, makan pada hakikatnya adalah memenuhi kebutuhan zat gizi untuk mempertahankan kelangsungan hidup.
Di tengah kesibukan, makan sering dilakukan dengan cepat untuk menghemat waktu. Tahukah kamu bahwa otak memerlukan 20 menit untuk mengirimkan sinyal rasa kenyang ke tubuh? Ketika makan terlalu cepat, kamu ngga memberi kesempatan tubuhmu untuk menangkap sinyal kenyang tersebut. Sinyal kenyang mungkin ngga akan kamu terima hingga kamu ngga sadar udah makan terlalu banyak.

Kebiasaan yang lain adalah menjadikan makanan sebagai tool mengatasi emosi seperti stress, kekhawatiran, dan kesedihan. Kebiasaan ini bisa juga disebut dengan emotional eating. Pola makan tersebut akan mengakibatkan seseorang makan dalam jumlah terlalu banyak atau terlalu sedikit sebagai cara untuk mengatasi emosinya sehingga membentuk pola makan yang ngga sehat.
Dengan berlatih mindful eating, kamu bisa mengembalikan perhatianmu terhadap respon-respon dari tubuhmu. Dengan begitu, kamu lebih sadar akan sinyal rasa lapar dan kenyang sehingga kamu juga bisa membedakan kebiasaan makanmu karena kebutuhan fisik atau sekedar emosi. Kamu juga akan meningkatkan kesadaranmu terhadap pemicu yang membuatmu ingin makan. Dengan mengetahui pemicunya, bisa memberi kamu waktu dan kebebasan untuk memilih apa dan bagaimana reaksimu terhadap pemicu tersebut.
Bagaimana cara melatih mindful eating?
Kamu bisa melakukan langkah-langkah ini:
- Mulai makan saat ada rasa lapar tapi jangan menunggu hingga sangat lapar
- Makan dengan perlahan
- Hindari menggunakan handphone atau menonton TV saat makan
- Hargai makanan dengan berhenti sejenak dan mengingat proses panjang sebelum makanan sampai di mejamu
- Gunakan kelima panca indera untuk merasakan makanan
- Menyuap makananmu sedikit demi sedikit
- Tanya dirimu kenapa kamu makan? Apakah karena benar-benar lapar? Apakah makanan yang kamu pilih sehat?
Nah, itulah ulasan mengenai mindful eating. Setelah membaca ini, yuk perhatikan kembali kebiasaan makanmu! Ngga ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik ya, Teman Sehat!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

