Sahabat Sehat, kamu mungkin sudah familiar dengan tuberculosis atau TBC. TB adalah satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Data menunjukkan di 2017, TB menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian (rentang, 1,2-1,4 juta). Lalu, seberapakah familiar kamu dengan Mycobaterium bovis, bakteri penyebab TBC?
Apa itu Mycobacterium bovis?
Mycobacterium bovis, dikenal juga sebagai Mycobacterium tuberculosis var. bovis, adalah bakteri Gram-positif, aerobik, non-motil. Bakteri ini berbentuk batang dan tidak memiliki membran sel luar. Tidak memiliki spora atau kapsul dan diklasifikasikan sebagai bakteri tahan asam. Dikarenakan dalam prosedur pewarnaan, dinding selnya yang kaya lipid tahan terhadap dekolorisasi oleh asam.

Anggota kompleks Mycobacterium tuberculosis, yakni M. tuberculosis dan M. bovis, adalah agen penyebab tuberkulosis manusia dan hewan. Mycobacterium bovis adalah agen penyebab TBC manusia yang ditularkan melalui makanan. Bisa juga ditularkan via udara yang bila kemudian menginfeksi paru akan menyebabkan penyakit aktif.
Spesies Mycobacterium dianggap kuat karena dinding selnya yang unik, yang memungkinkan bertahan lama terhdapa paparan desinfektan kimia, termasuk asam, alkali, dan deterjen, dan mampu menahan efek lisis oleh antibiotik. M. bovis dapat bertahan hidup di lingkungan selama beberapa bulan dalam kondisi dingin, gelap, lembab dan hingga 332 hari pada kisaran suhu 12-24°C.
Peyebaran TBC
Tuberkulosis paling sering menyebar melalui batuk, tetapi dapat juga melalui makanan yang terkontaminasi bakteri M. bovis. Makanan tersebut biasanya berupa susu sapi atau keju tak terpasteurisasi dan produk turunannya.
Pencegahan TBC via Makanan
Cara terbaik untuk melindungi diri dari tuberkulosis bawaan makanan adalah dengan tidak makan atau minum susu sapi mentah atau produk turunan dari susu tak terpasteurisasi. Daging mentah atau setengah matang dari hewan tertentu yang terinfeksi juga dapat menyebabkan TBC jika dimakan. Baca label makanan untuk memastikan susu dan keju bertuliskan “dipasteurisasi”, yang berarti bakteri berbahaya telah terbunuh.

Jalur Transmisi ke Tubuh
M. bovis bisa diambil oleh makrofag alveolar di paru, terutama jika penularannya melalui udara (tuberkulosis paru). Kemudian menjalar ke kelenjar getah bening, di mana organisme akan bermigrasi ke organ lain. Bakteri ini kemudian berkembang biak menyebabkan pembentukan lesi tuberkel. Tuberkulosis gastrointestinal juga menyebabkan kelenjar getah bening yang terkait membentuk tuberkel, meskipun organisme tersebut mungkin ngga menyebar ke organ lain.
Dosis Infektif dan Indikasi
Menelan makanan yang terkontaminasi M. bovis dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan atau bagian tubuh lainnya. misalnya paru atau kelenjar getah bening. Penyakit ini berisiko menyebabkan kematian, jika ngga ditangani secara tepat. Dosis infektif Mycobacterium bovis pada sapi bisa serendah 1 CFU (6-10 organisme), sedangkan dosis infektif bagi manusia masih belum diketahui, diperkirakan pada puluhan hingga jutaan organisme.
Sahabat Sehat, sekarang makin sadar kan pentingnya pasteurisasi? Salah satunya memastikan kamu ngga mengonsumsi produk yang terkontaminasi M. bovis.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
