Obesitas: Isu Kesehatan yang Perlu Perhatian

Teman Sehat, tahukan kamu kegemukan (obesitas) masih menjadi salah satu perhatian utama masalah kesehatan di Indonesia. Bagaimana tidak, tingkat obesitas di Indonesia tahun 2019 mencapai 15,4%. Bahkan angka tersebut sudah bertahan sejak tahun 2013. Tentu itu bukan suatu prestasi yang perlu dibanggakan, mengingat setiap tahun 2,8 juta orang di dunia meninggal karena obesitas.

Lalu, apa dampaknya obesitas bagi kesehatan ?

Obesitas ditandai dengan adanya kelebihan lemak dalam tubuh.  Jika kondisi ini ngga ditangani lebih lanjut, maka dapat memicu risiko timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti Diabetes Melitus Tipe 2, Stroke, dan Penyakit Jantung Koroner.

Apa saja penyebabnya?

Obesitas bisa disebabkan oleh pola makan, aktifitas fisik, gangguan hormonal, bahkan keturunan. Diantara faktor tersebut, yang paling banyak menyumbang kondisi ini adalah pola makan (29,05%) dan aktifitas fisik (26,1%). Nah, disadari atau ngga, pola makan kekinian memang memicu timbulanya obesitas, seperti:

  • Konsumsi berlebih makanan cepat saji yang kaya akan karbohidrat dan lemak,
  • Kurangnya asupan sayur dan buah,
  • Jadwal makan yang ngga teratur dan sering melewatkan sarapan yang justru akan menimbulkan penambahan porsi makan di siang dan malam hari,
  • Pengolahan makanan yang banyak menggunakan minyak, santan kental, gula dan garam,
  • Serta aktifitas fisik yang kurang.

Sepertinya terlihat sepele, ya Teman Sehat. Tapi tahukah kamu, kalau hal itu tetap dilakukan secara ngga langsung akan ‘menabung’ risiko obesitas di masa yang akan datang. Tentu kamu ngga mau dong, jadi salah satu masyarakat yang menambah tingkat obesitas di Indonesia. Yuk, perbaiki pola makan yang lebih baik dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

Tips mencegahnya

  • Mengonsumsi makanan yang beranekaragam. Idealnya setiap kali makan terdiri dari 5 kelompok bahan makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah, dan air putih). Kamu bisa susun mengikuti pola Isi Piringku :
    • 2/3 dari setengah piring = makanan pokok
    • 1/3 dari setengah piring = lauk pauk
    • 1/3 dari setengah piring = buah
    • 2/3 dari setengah piring = sayuran
  • Mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks 2-3 porsi perhari (gandum, umbi – umbian, beras merah, beras hitam, beras putih).
  • Mengonsumsi makanan sumber protein hewani dan nabati masing-masing 2-3 porsi perhari.
  • Mengonsumsi sayur 3-5 porsi perhari dan buah 2-3 porsi perhari.
  • Kurangi memasak makanan dengan minyak (digoreng) dan santan kental. Akan lebih baik bila ditumis, direbus, dikukus dan dipanggang.
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak (minyak), gula, garam termasuk makanan yang diawetkan dan siap saji. Ngga mengonsumsi alkohol dan merokok.
  • Membiasakan pola makan teratur yaitu 3 kali makan utama (pagi-siang-malam) dan 1-2 kali selingan.
  • Membawa bekal dari rumah saat sekolah, kuliah, bekerja atau berpergian
  • Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu. Bisa dilakukan saat kegiatan sehari hari seperti lebih memilih naik tangga daripada lift, mencucui kendaraan sendiri, dan jalan kaki.

Hal-hal sederhana di atas perlu diterapkan secara teratur disertai semangat yang tak pantang menyerah. Jadi, jangan sungkan ajak lingkungan sekitar kamu untuk menerapkan pola hidup sehat ya, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *