Okratoksin A, Cemaran Racun Tahan Suhu Panas

Sahabat Sehat, pernahkah kamu mendengar tentang okratoksin? Okraktoksin adalah racun (mikotoksin) yang diproduksi oleh Aspergillus dan Pecilium. Racun ini seringkali mengontaminasi makanan pada saat penyimpanan.

Mengenal Okratoksin

Okratoksin adalah sekelompok mikotoksin yang diproduksi oleh beberapa jenis Aspergillus, terutama A. ochraceus dan A. carbonarius, dan 33% strain A. niger. Selain itu, juga dari beberapa jenis Penicillium, terutama P. verrucosum. Anggota utama kelompok ini termasuk okratoksin A (OTA), paling melimpah dan toksik, okratoksin B, turunan dechloro dari OTA yang memiliki toksisitas minimal, okratoksin C, etil ester dari OTA, yang dapat diubah menjadi OTA in vivo, dan okratoksin-α, metabolit OTA tidak beracun yang diproduksi oleh flora usus yang tidak memiliki gugus fenilalanin.

Foto: Pexels.com

Okratoksin A ini bersifat nefrotofisik, imunotoksik, teratogenik, karsinogenik, neurotoksik, serta genotoksik pada manusia dan hewan ternak.  Racun ini digunakan dalam penelitian sebagai teratogen eksperimental dan karsinogen. Okratoksin A cukup diantisipasi menjadi karsinogen manusia dan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko tumor saluran kemih.

Kontaminasi Okratoksin pada Pangan

Pangan yang biasanya terkontaminasi oleh okratoksin adalah biji-bijian sereal, termasuk barley, rye, gandum, jagung, sorgum, dan oat. Namun, ngga menutup kemungkinan juga terjadi pada komoditas lain seperti biji kapas, kacang-kacangan, biji kering, dan biji kopi.

Kontaminasi makanan hewani dengan OTA terutama terjadi selama penyimpanan dan pengolahan, misalnya pada daging yang diawetkan dan keju matang. Perpindahan dari racun ke produk turunan hewani melalui pakan yang terkontaminasi, juga dapat menyebabkan kontaminasi OTA pada produk hewani.

racun oktatoksin a pada biji-bijian dan kacang
Foto: Pexels.com

Bahaya Okratoksin

Paparan okratoksin melalui diet dapat menyebabkan toksisitas akut pada ginjal mamalia. Seringkali dikaitkan dengan nefropati endemik Balkan dengan persentase kematian tinggi pada populasi di sekitar sungai Danube, Eropa Timur. Racun ini dapat menghambat saluran kalsium, mikotoksin, nefrotoksin, agen karsinogenik, agen teratogenik, metabolit Aspergillus dan metabolit Penicillium.

Dikarenakan eliminasinya yang lambat dari tubuh, OTA juga berpotensi terakumulasi secara biologis pada manusia. Okratoksin masuk sel tubuh melalui transporter, berubah bentuk menjadi beberapa molekul yang berikatan dengan DNA dan menyebabkan mutasi gen yang memicu kanker. Keberadaannya juga akan menghambat sintesis protein dan mengganggu metabolisme, sehingga menyebabkan nefrotoksi atau gangguan ginjal.

Absorpsi, Distribusi dan Ekskresi

Saat terkonsumsi, racun ini akan diserap pada saluran pencernaan dan di distribusikan ke tubuh sebagai model terbuka dua kompartemen dengan afinitas tinggi pada serum albumin. OTA dihidrolisis oleh mikroflora usus menjadi senyawa tidak beracun dan diekskresikan lewat urin dan feses.

OTA menyebarkan efek toksiknya dengan meningkatkan tingkat peroksidasi lipid dengan menghambat reaksi asilasi amino. Selain itu, adanya kemungkinan konversi menjadi metabolit yang mampu mengikat DNA yang menyebabkan efek sekunder lain. Racun ini berbahaya karena kemudahannya untuk terdistribusi di tubuh dan sangat karsinogenik.

Pengendalian Okratoksin

Okratoksin A adalah molekul yang sangat stabil dan tidak hancur pada suhu di bawah 250 oC (480oF). Jadi, panas saja tidak akan cukup untuk mereduksi risiko keracunan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan kamu menyimpan bahan yang mudah terkontaminasi racun ini secara tepat untuk mencegah pertumbuhan jamur penghasil OTA pada bahan tersebut.

Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

K.G. Dickman, A.P. Grollman. 2017. Renal Toxicology in Comprehensive Toxicology 3rd Edition. Editor-in-Chief Charlene A. McQueen. Elsevier. ISBN: 0081006128, 9780081006122

Mehmet S. 2020. The dangers of Ochratoxin A https://www.newfoodmagazine.com/article/118124/ochratoxin-a/. Diakses 4 Januari 2023.

National Center for Biotechnology Information (2023). PubChem Compound Summary for CID 442530, Ochratoxin A. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Ochratoxin-A. Diakses 4 Januari 2023.

Tao Y, Xie S, Xu F, Liu A, Wang Y, Chen D, Pan Y, Huang L, Peng D, Wang X, Yuan Z. 2018. Ochratoxin A: Toxicity, oxidative stress and metabolism. Food Chem Toxicol. 112:320-331. doi: 10.1016/j.fct.2018.01.002. Epub 2018 Jan 5. PMID: 29309824.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.