Olahraga Saat Isoman, Perlukah?

Halo Sahabat Sehat!

Wabah corona di Indonesia semakin meluas, sudah lebih dari 2 juta orang yang terpapar. Hal ini menyebabkan rumah sakit penuh sebagai tempat pengobatan dan pemulihan pasien. Rumah sakit darurat dibeberapa tempat juga telah didirikan namun tetap tidak dapat menampung lonjakan pasien. Tenaga Kesehatan juga semakin babak belur menghadapi lonjakan covid di Indonesia.

Ketika seseorang terpapar virus corona berdasarkan tingkat gejala yang ditimbulkan dapat di golongkan menjadi 4 yaitu tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang dan gejala berat-kritis. Adanya masalah ketidakcukupan tempat pelayanan, lonjakan pasien dan tenaga kesehatan yang terpapar menyebabkan pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan isolasi mandiri (Isoman). Isoman yang dilakukan ialah pada pasien yang tidak bergejala hingga yang bergejala ringan.

olahraga saat sedang isolasi mandiri
Foto: Pexels.com

Perlukah Berolahraga ?

Mereka yang Isoman baik di rumah, kost, maupun di hotel dianjurkan mengkonsumsi makanan yang seimbang, tidur yang cukup, berfikir positif dan berolahraga. Upaya ini bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh.

Banyak hal yang mempengaruhi imunitas tubuh. Salah datu cara meningkatlan imunitas tubuh saat Isoman adalah dengan mempertahankan tingkat kebugaran tubuh dengan cara berolahraga.

Olahraga yang dianjurkan

Terdapat 3 jenis olahraga berdasarkan perbedaan intensitasnya yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Olahraga yang dianjurkan saat Isoman adalah jenis olahraga dengan intesitas ringan-sedang. Saat isoman tidak dianjurkan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Hal ini dikarenakan hasil penelitian Hayati (2014), seseorang akan mengalami penurunan sistem imun jika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Olahraga dengan intensitas tinggi dapat menurunkan imunitas tubuh selama 3-72 jam atau disebut fase “Open Window”. Fase tersebut menyebabkan tubuh beresiko tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan. Hal ini berkaitan dengan peningkatan stress oksidatif yang diakibatkan karena kelelahan dari latihan intensitas tinggi.

Intesitas olahraga yang ringan-sedang dianjurkan dengan durasi 20-60 menit sesuai dengan kemampuan individu saat isoman.

plahraga saat isolasi mandiri
Foto: Pexels.com

Menurut (Sukendra,2015) latihan intensitas ringan bermanfaat dapat meningkatkan kerja leukosit sebagai komponen utama di dalam sistem kekebalan tubuh. Sedangkan menurut (Yasirin at al.2014) latihan intensitas sedang dapat bermanfaat menjaga kadar limfosit CD4 agar dalam keadaan tetap normal. Zona intensitas ringan-sedang berkisar antara 50-70 % dari denyut nadi maksimal (DNM). DNM bisa diukur dengan menghitung 220-umur. Sebagai contoh seseorang berusia 20 tahun, memiliki DNM 220-20 = 200 kali/menit. Sehingga denyut nadi olahraga orang tersebut saat latihan ketika Isoman maksimal antara 100-140 kali permenit.

Indikator lain untuk mengetahui seseorang melakukan latihan intensitas tinggi dapat dilihat dari nafas yang tersengal-sengal. Selain itu dapat diketahui juga dari praktik seperti berbicara atau bernyanyi. Jika saat berbicara atau bernyanyi, suara mulai terputus-putus atau tidak mampu berbicara maka lebih baik menurunkan intensitas atau memperlambat gerakan olahraga.

olahraga saat isoman
Foto: Pexels.com

Adapun contoh olahraga dengan intensitas ringan – sedang diantaranya latihan peregangan, latihan yoga dan latihan pernapasan, jalan santai di treadmill, dan latihan senam aerobik intensitas rendah sedang. Selain latihan yang sifatnya kardio, perlu juga tetap melakukan latihan kekuatan (strength) intensitas ringan-sedang dengan beban yang ringan sehingga pengulangan dapat dilakukan lebih banyak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sistem imun tubuh dengan adanya peningkatan masa otot. Pada dasarnya olahraga bersifat personal, bergantung pada kemampuan masing-masing individu. Kemampuan ini menentukan porsi latihan dan jenis latihan yang dilakukan.

Terlepas dari latihan ringan-sedang, olahraga pada saat isoman sebaiknya dilakukan 3-5 kali perminggu. Olahraga lebih baik dilakukan di dalam rumah dengan cahaya matahari agar mendapat manfaat yang optimal.

Nah Sahabat Sehat, kami doakan Sahabat Sehat selalu dalam keadaan sehat walafiat, tetapi andai ditakdirkanNya turut membantu atau merawat anggota keluarga atau sahabat yang Isoman, maka anjurkanlah tips olahraga ini.

Editor & Proofreader: Mury Kuswari, SPd MSi

Referensi

Hayati, 2014. Dampak Latihan Intensitas Berat pada Fungsi Imun Tubuh. Surabaya: Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Sukendra, Dyah Mahendrasari. 2015. Efek Olahraga Ringan Pada Fungsi Imunitas Terhadap Mikroba Patogen : Infeksi Virus Dengue. Semarang: Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia

Yasirin Ahmad, Rahayu Setya, Junaidi Said. 2014. Latihan Senam Aerobik dan Peningkatan Limfosit CD4 (Kekebalan Tubuh) Pada Penderita HIV. Semarang: Journal of Sport Sciences and Fitness

Related Posts

  1. Terima kasih. Sangat bermanfaat sekali di masa pandemi ini. Banyak orang mengkonsumsi vitamin dan makan gizi seimbang. Namun melupakan untuk berolahraga walau olahraga ringan. Semoga artikel ini memotivasi orang banyak agar sadar pentingnya olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.