Penyelam dan Risiko yang Terjadi

Teman Sehat, kamu tau profesi penyelam? Yap, ternyata menyelam bukan cuma jenis kegiatan yang dilakukan sebagai hobi atau hiburan aja, loh! Tapi juga merupakan salah satu profesi yang cukup diandalkan. Ngga gampang loh, buat menjadi penyelam. Kamu harus memiliki sertifikat menyelam supaya diizinkan menjadi penyelam yang andal. Selain itu, menjadi seorang penyelam merupakan pekerjaan yang berisiko, terutama yang berhubungan dengan organ pernapasan. Gimana ya, dampak menyelam buat organ pernapasan kamu? So, let’s check it out!

Fenomena “paru-paru besar”

Sistem pernapasan merupakan salah satu bagian penting bagi tubuh manusia, terutama bagi seorang penyelam yang akan memengaruhi kinerjanya di bawah air. BTW, kamu pernah dengar fenomena “paru-paru besar” yang dimiliki penyelam? Yap, fenomena ini adalah anggapan kalau para benyelam, biasa beraktivitas di bawah air karena punya kapasitas paru-paru yang lebih besar dari pada manusia umumnya.

Feomena ini, kemudian diteliti oleh Adir, karena adanya kemungkinan penyebabnya adalah adanya seleksi alam yang berhubungan dengan fisiologi penyelam dan menyebabkan kapasitas pernafasan maksimum penyelam meningkat di atas 100%, dengan aliran udara yang normal.

Tapi, hal ini ternyata ngga ada hubungannya antara kapasitas pernafasan maksimum dengan pengalaman menyelam. Jadi, bisa disimpulkan fenomena ini adalah ‘pemberian’, bukan hasil dari jam terbang menyelam yang tinggi.

Gangguan pernapasan obstruktif

Teman Sehat, ternyata sebagai penyelam, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan terkait dengan risiko ganguan pernafasan. Jika fungsi paru-paru penyelam diukur menggunakan alat spirometer, hasilnya mengindikasikan penyelam berisiko dengan gangguan pernapasan obstruktif.

Gangguan ini, berkaitan dengan gangguan aliran udara di dalam paru-paru dan proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida pada tubuh. Umumnya, gangguan ini terjadi karena kurang tepatnya waktu penyelam saat naik ke permukaan, sehingga pembuluh darah yang mengalir ke paru-paru (pulmonari) belum menyesuaikan tekanannya dengan lingkungan sekitar. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan paru-paru penyelam robek.

Indikasi lain

Indikasi lainnya, yaitu berkurangnya volum e dinamik paru, karena penggunaan gas  oksogen dengan kepadatan tinggi saat bernapas di bawah air. Walaupun indikasi penurunan fungsi paru bersifat sementara, pemulihan yang dilakukan hanya bisa untuk sebagian aja, dan merujuk pada perubahan vaskuler. Penelitian menggunakan merode kohort yang dilakukan selama enam tahun pada penyelam professional, menyatakan bahwa penurunan fungsi paru seperti kapasitas vital maksimal, ekspirasi (pengeluaran udara dari tubuh), tingkat aliran ekspirasi maksimal, dan faktor pembawa CO2.

Nah, Teman Sehat, setiap pekerjaan memang punya risiko. Kamu harus tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama bekerja, agar mengurangi risiko saat bekerja yang ngga diinginkan. Yuk, jaga paru-paru kamu dengan berolahraga dan menghirup udara segar. Perhatikan juga konsumsi makanannya, agar tubuh tetap sehat dan kerja paru menjadi maksimal.

 

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.