Pro dan Kontra Diet Clean Eating, Kamu Wajib Tahu!

Teman Sehat, baru-baru ini diet clean eating begitu hype di kalangan masyarakat, khususnya bagi pejuang diet. Apa sih yang terlintas di dalam pikiran kalian jika mendengarnya? Mungkinkah diet makan bersih atau berkaitan dengan kebersihan (hygiene) makanan yang dikonsumsi? Yuk, cari tahu penjelasannya di sini!

Apakah itu clean eating?

Diet clean eating merupakan cara konsumsi makanan yang mengalami proses pengolahan sangat minimal, bahkan hampir mendekati real food, sehingga kandungan zat gizinya masih tinggi. Biasanya, makanan yang dikonsumsi adalah makanan organik, makanan ‘utuh’, dan makanan yang ngga diolah.

Sekilas, diet ini terlihat menyehatkan dan kerap kali membuat ‘penganutnya’ membatasi beberapa jenis makanan yang dianggap ‘kotor’, ‘ngga sehat’, atau ‘ngga murni’. Termasuk gula, produk susu, dan makanan yang mengandung gluten. Oleh sebab itu, diet ini masih menjadi perdebatan, karena adanya pro dan kontra prinsip dan manfaat jangka panjangnya.

Pro-diet ini,

Karena mengusung prinsip diet yang ‘murni’, asumsinya kandungan zat gizi di dalam makanan ngga hilang karena tanpa proses pengolahan. Tosca Reno, seorang penulis buku The Eat-Clean Diet menjelaskan bahwa diet ini diterapkan bersama dengan konsumsi air putih yang cukup dan olahraga secara teratur, ngga cuma bisa menurunkan berat badan, loh!

Tubuh juga tetap sehat dan memiliki lebih banyak energi. Hal ini terjadi karena diet ini, bisa mengubah metabolisme tubuh yang lamban menjadi mesin pembakar lemak yang cepat dan kuat. Bukan hanya itu, keuntungan lainnya yaitu penglihatan menjadi lebih cerah dan tajam, gigi dan gusi jadi lebih sehat, serta kulit jadi lebih cerah dan bersinar.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa filosofi eat-clean ini, zat gizi jauh lebih penting dibandingkan olahraga atau genetika yang membentuk tubuh seseorang. Tapi, apakah, benar semua orang bisa merasakannya?

Kontra diet ini,

Pertanyaannya, “apakah semua jenis makanan yang diolah buruk untuk tubuh?”, sehingga konsumsinya dilarang? Meskipun terlihat sehat, tapi bila ditelusuri lebih dalam lagi, diet ini telah membatasi kamu untuk ngga mengonsumsi makanan tertentu. Sehingga, pedoman gizi yang diterapkan oleh masing-masing negara ngga bisa dilakukan dengan optimal.

Merujuk pada Journal of Eating Disordersmenerapkan diet ini secara ekstrim bisa meningkatkan risiko gangguan reproduksi, amenore, osteoporosis, patah tulang, detak jantung ngga teratur, kesulitan berkonsentrasi, dan depresi. Gula, produk olahan susu, dan makanan yang mengandung gluten telah dianggap sebagai ‘musuh’ bagi ‘penganutnya’.

Padahal, faktanya, hingga saat ini, ngga ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa diet ini memberikan manfaat kesehatan bagi kamu yang ngga menderita penyakit celiac (pencernaan). Begitu pula dengan diet tanpa gula dan produk susu lainnya, kecuali bagi mereka yang mengalami lactose intolerance.

Jadi, apakah diet ini boleh dilakukan?

Mendapatkan tubuh yang sehat dengan berat badan ideal, ngga harus mendewakan dan menjauhi makanan tertentu. Kuncinya, yaitu tetaplah mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang.

Artinya, ngga ada satu makanan di dunia ini yang memiliki zat gizi lengkap, sehingga tetap perlu memenuhinya dari sumber makanan lain. Selain itu, kamu perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi,  terutama GGL (gula, garam, dan lemak) agar ngga berlebihan. Hal ini dilakukan agar kamu ngga berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM).

Diet clean eating mungkin bisa Teman Sehat padukan dengan diet gizi seimbang, sehingga ngga melewatkan zat gizi tertentu yang juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Jadi, apakah kamu mau mencobanya?

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *