Shirataki, Pengganti Nasi dengan ‘Nol Kalori’?

Teman Sehat pernah mendengar shirataki? Bagi orang yang sedang melakukan pengaturan pola makan seperti diet keto maupun diet rendah karbohidrat, mungkin shirataki sudah ngga asing lagi sebagai pengganti nasi. Kabarnya, makanan ini bisa menurunkan berat badan, karena kalorinya nol, loh! Mau tahu apa penyebabnya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa itu shirataki?

Shirataki merupakan sebutan olahan konyaku oleh orang Jepang yang berbentuk mi, bihun, dan jeli konjak sebagai dietary fiber (serat pangan). Apa itu konyaku? Konyaku merupakan bahan pangan yang berasal dari umbi iles-iles (Aporphophalus sp.) dan banyak ditemukan di hutan. Di Jepang, biasanya digunakan sebagai bahan utama sukiyaki. Selain berbentuk mi dan bihun, sudah ada beberapa produsen yang mengolah shirataki menjadi beras.

Bagaimana kandungan gizinya? 

Bahan pangan ini semakin populer karena digunakan oleh para pelaku diet rendah karbohidrat sebagai pengganti nasi. Shirataki memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih dan nasi merah. Bahan pangan ini mengandung 11,8 kalori dan 3,5 g karbohidrat per 100 g. Sementara itu, nasi putih mengandung 130 kalori dan 28,6 g karbohidrat per 100 g, sedangkan nasi merah mengandung 110 kalori dan 22,8 g karbohidrat.

 

Selain memiliki kandungan kalori yang rendah, bahan pangan ini memiliki kandungan air hampir 97%, serat, dan glukomanan. Selain bermanfaat untuk mengontrol berat badan, kandungan zat gizi ini juga baik untuk mengontrol kadar gula darah dan kolesterol, serta memperlancar buang air besar. Hal ini sangat baik untuk memperlancar metabolisme tubuh, mencegah obesitas, mencegah sembelit, dan baik untuk penderita diabetes.

Lalu, apakah benar menurunkan berat badan?

Kandungan kalori yang  minim dan sifatnya yang mengenyangkan, membuat shirataki cocok untuk diet rendah kalori. Pada dasarnya, penurunan berat badan menuju berat badan ideal bisa terjadi karena asupan zat gizi seimbang dan aktivitas fisik yang rutin. Jadi, penggunaannya sebagai pengganti nasi bisa dibenarkan asalkan dibarengi dengan konsumsi bahan pangan lain untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian, seperti protein, sayur, dan buah.

Nah, sekarang Teman Sehat sudah mengenal tentang shirataki, kan? Tergoda untuk mencobanya sebagai pengganti nasi? Yuk, dukung keanekargaman pangan, dengan tetap berprinsip pada penerapan gizi seimbang dan jangan lupa aktivitas fisik, ya! Jangan lupa sebarkan artikel ini, jika bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *