Rusip, Fermentasi Teri Khas Bangka Belitung

Sahabat Sehat, pernahkah mencoba rusip?. Kuliner fermentesi ikan teri ini menjadi ikon Bangka Belitung yang wajib kamu coba bila berkunjung kesana. Rusip ini sangat unik karena langsung dikonsumsi mentah sebagai sambal. Sehingga, memberikan cita rasa dan pengalaman unik yang berbeda dengan sambal lainnya di Indonesia.

Apa itu rusip?

Rusip adalah makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Bangka Belitung. Makanan ini terbuat dari ikan teri segar yang mengalami proses fermentasi selama sebulan dengan tambahan beras, gula aren, dan garam. Dikarenakan dibuat dari teri segar, rusip memberikan rasa tersendiri ketika disantap. Rusip dijadikan sebagai sambal bagi masyarakat Bangka Belitung dan dinikmati bersama lalapan.

rusip olahan teri
Foto: Flickr/DodiNP

Cara Pembuatan Rusip

Pembuatan rusip diawali dengan mencuci dan membersihkan ikan teri dan buang kepalanya. Setelah dibersihkan, teri ditiriskan hingga kering. Campurkan ikan teri dengan garam dan aduk hingga merata dan didiamkan 1 hari sebelum ditambahkan cairan gula aren. Penambahan garam pada awal fermentasi berfungsi sebagai prekursor bagi pertumbuhan bakteri asam laktat.

Setelah 1 hari, ditambahkan garam sebanyak 10–25% dan gula aren sebanyak 10% dari berat ikan teri. Rusip kemudian diperam atau difermentasi selama sekitar 2 minggu dalam wadah tertutup sempurna (secara anaerob). Fermentasi rusip dianggap siap dikonsumsi dengan ditandai terbentuknya aroma khas serta rasa yang keasam-asaman.

Karakteristik dan Kandungan Gizi Rusip

Kualitas rusip didasarkan pada mutu sensoris, kimia dan mikrobiologis. Rusip memiliki rasa asam, asin dan umami yang diperoleh dari hasil fermentasi garam dan tambahan gula aren. Rasa asin rusip ini cukup kuat dikarenakan garam yang ditambahkan bisa hingga 25% dari berat ikan teri. Warna dari rusip keruh dan baunya menyengat.

Biasanya rusip punya tekstur lembut dan sedikit kenyal. Dalam 100 g rusip memiliki kandungan energi sebesar 110 kalori, protein 11.50 gram, lemak 2.00 gram, dan karbohidrat 11.70. Selain itu, rusip juga mengandung  kalsium 479.00 mg, fosfor  348 mg, zat Besi 7.10 mg, dan vitamin B1 0.04 µg.

rusip
Foto: hotelier.id

Manfaat Kesehatan Rusip

Rusip kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Proses fermentasi pada rusip melibatkan bakteri asam laktat yang menghasilkan probiotik yang baik untuk pencernaan. Kandungan protein dan vitamin B membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Rusip kaya akan protein dan peptida yang berguna sebagai sumber energi dan dimanfaatkan tubuh untuk membangun jaringan.

Keamanan dalam Konsumsi Rusip

Rusip adalah makanan yang lezat dan kaya akan manfaat, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait konsumsinya. Rusip cukup banyak mengandung garam karena proses fermentasinya. Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi atau sensitivitas terhadap garam, perlu membatasi konsumsinya. Konsumsi rusip tidak disarankan pada penderita alergi terhadap ikan atau produk fermentasi. Proses fermentasi meningkatkan kandungan histamin dalam makanan. Oleh karena itu, penderita intoleransi histamin sebaiknya menghindari konsumsi rusip.

Referensi

Amatullah, L., Afifah, D., & Jannah, S. (2023). Isolation and Molecular Identification of Proteolytic Bacteria from Rusip an Indonesian Fermented Food. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 15(3), 450-459. doi:https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v15i3.42237

Danur, H., Rachmawati. 2019. Mencicipi Rusip, Ikal Laut Fermentasi Khas Bangka. https://regional.kompas.com/read/2019/05/31/15351851/mencicipi-rusip-ikan-laut-fermentasi-khas-bangka-belitung. Diakses 18 Mei 2023.

Paradisa, Y.B. 2012. Rusip, Makanan Khas Bangka. https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Rusip-Makanan-Khas-Bangka. Diakses 18 Mei 2023.


Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.