Sahabat Sehat, apakah kamu pecinta makanan bersantan? Makanan khas Indonesia banyak yang menggunakan santan, salah satu yang terkenal adalah rendang! Kamu mungkin sering mendengar bahwa santan itu berbahaya bagi kesehatan karena mengandung kolesterol. Ini mitos atau fakta ya? Yuk intip kebenarannya!

Santan
Santan merupakan bahan makanan yang berasal dari buah kelapa dan banyak digunakan dalam pembuatan makanan, minuman atau bahkan dijadikan minyak. Berdasarkan Tabel Konsumsi Pangan Indonesia (TKPI), nilai gizi santan yang sudah dicampur air dalam 100 gram mengandung energi 122 kalori, 2 gram protein, 10 gram lemak, 7,6 gram karbohidrat, 162,4 mg kalium, dan 2 mg vitamin C.
Santan Mengandung Kolesterol?
Ngga sedikit orang yang menganggap santan mengandung kolesterol. Padahal, itu hanyalah mitos. Faktanya, kolestrol hanya terdapat di makanan yang berasal dari hewan. Padalah, seperti yang sudah Sahabat Sehat ketahui santan berasal dari kelapa yang merupakan tumbuhan.
Meskipun santan ngga mengandung kolesterol, kamu tetap ngga boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Loh kok gitu? Yap, karena kandungan lemak dalam santan ini cukup tinggi. Secara ngga langsung tubuh harus memproduksi kolesterol lebih banyak untuk menghasilkan getah empedu yang digunakan dalam mencerna lemak yang terkandung pada santan.

Sebenarnya, kolesterol memang dibutuhkan dalam tubuh dalam kadar tertentu, namun bisa berubah jadi berbahaya bila sudah berada di atas jumlah normal. Ketika kadar kolesterol dalam darah naik, tekanan darah juga akan ikut naik, sehingga berpotensi memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah dan jantung koroner.
Jadi, info bahwa santan mengandung kolesterol adalah mitos. Faktanya, santan memang benar bisa meningkatkan kolesterol dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan penyakit bila dikonsumsi berlebih.
Tips Mengonsumsi Santan
Sahabat sehat, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat ingin mengonsumsi santan. Pertama, hindari memasak santan terlalu lama dan memasak atau memanaskan kembali makanan yang mengandung santan. Ini karena saat dipanaskan kembali santan kandungan lemak dalam santan akan berubah menjadi lemak jenuh yang justru membahayakan tubuh.
Kedua, kamu bisa mengonsumsi banyak serat agar kolesterol dalam tubuh lebih terkontrol. Serat larut air bisa mengikat lemak yang berada di usus halus, sehingga tubuh ngga perlu memproduksi kolesterol terlalu banyak untuk mencerna lemak. Bukan cuma itu, serat juga bisa mengikat garam empedu yang merupakan produk akhir dari kolesterol dan membuangnya bersama feses. Jadi, kadar kolesterol dalam plasma darah bisa turun.
Nah, itulah fakta dan mitos tentang santan. Kamu ngga perlu takut lagi mengonsumsi makanan yang berbahan santan. Tapi tetap batasi konsumsinya ya, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
