Siapa saja ya, yang Berisiko mengalami Kram?

Teman Sehat, apakah kamu pernah merasakan kram? Yap, pasti sebagian orang pernah merasakannya. Kondisi ini bisa terjadi ketika kamu sedang bekerja, berolahraga, maupun saat tidur. Biasanya, gejala yang terjadi adalah nyeri, sehingga anggota tubuh menjadi sulit digerakkan. Nah, kira-kira siapa saja ya, yang lebih berisiko mengalami kondisi ini? Yuk, simak!

Penyebab kram

Biasanya kram otot disebabkan oleh kelelahan pada otot. Kondisi ini, banyak terjadi setelah kamu bekerja terlalu keras. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh dehidrasi atau ngga seimbangnya kandungan zat elektrolit di dalam tubuh. Kram yang disebabkan oleh hal ini, bisa memicu terjadinya kondisi ini saat tidur. Sedangkan kram saat PMS, dipicu oleh perubahan hormon.

Siapa yang lebih berisiko?

1. Pekerja overworking

Bagi kamu yang berprofesi sebagai penulis atau berhubungan dengan layar komputer, biasanya akan mudah mengalami hal ini di area jari-jari tangan hingga lengan atas. Jika pekerjaan yang kamu lakukan terlampau keras, maka kondisi ini bisa terjadi di bagian lain, seperti betis dan otot-otot di sekitar tulang rusukmu.

2. Berlebihan saat berolahraga

Berolahraga berlebihan juga bisa meningkatkan risiko kram otot, loh! Kondisi ini. juga dialami oleh atlet olahraga. Ketika pertandingan, terkadang beberapa atlet meminta istirahat karena mengalami kondisi ini. Akibatnya, bisa mengganggu konsentrasi dan performanya. Oleh karena itu, pemanasan dan melakukan latihan secara berkala, perlu diperhatikan, loh!

3. Perempuan usia subur

Bgai perempuan yang sedang PMS (Pre Menstrual Syndrome), pasti sudah ngga asing dengan kondisi yang satu ini. Yap, kondisi ini biasanya terjadi di area sekitar perut saat PMS maupun menstruasi. Selain itu, ternyata kondisi ini juga dirasakan oleh betis ibu hamil. Kondisi ini semakin terasa sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan.

4. Lansia

Risiko kondisi ini, semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dipicu dengan tingkat dehidrasi pada lansia yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Ditambah lagi, fungsi otot pada lansia juga lebih rendah, sehingga sebaiknya lansia ngga melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

5. Obesitas

Penderita obesitas juga berisiko mengalami kondisi ini, karena beban tubuh yang lebih besar sehingga otot bekerja lebih keras. Biasanya penderita obesitas jarang melakukan olahraga, sehingga menyebabkan otot-ototnya lebih kaku dan mudah mengalami kondisi ini.

Cegah dan tangani!

Kram bisa kamu cegah dengan aktif melakukan peregangan pada otot. Misalnya, melakukan stretching ringan setiap bangun tidur. Hal ini sudah dibuktikan oleh  studi yang dilakukan oleh Timothy dan Robert, peregangan bermanfaat bagi tubuh untuk mengurangi terjadinya kram.

Begitupula saat sebelum melakukan olahraga, melakukan pemanasan dan pendinginan juga diperlukan, loh! Bagi perempuan yang sering mengalami kondisi ini, dianjurkan untuk olahraga ringan untuk mengurangi rasa nyerinya. Jika diperlukan, kamu bisa mengonsumsi cairan elektrolit untuk mencegah kondisi ini.

Saat kondisi ini mulai terasa, segera regangkan ototmu. Gunakan kompres panas pada bagian otot yang kaku dan kompres dingin pada otot yang sakit. Jika kondisi ini terjadi sangat sering dan ngga bisa diatasi dengan cara sederhana ini, jangan ragu untuk datang ke dokter, ya!

Teman Sehat, kondisi ini akan membuat kamu jadi ngga nyaman dan mengganggu aktivitas. So, pahami gejalanya dan terapkan pencegahannya demi hidup yang lebih sehat. Jangan lupa bagikan informasi ini kepada orang terdekatmu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *