Sahabat Sehat, keluarga merupakan tempat pertama untuk anak belajar segala hal sebelum terjun dalam dunia masyarakat atau sekolah, keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan fisik maupun psikologis anak teruatam hubungan antar saudara dan orang tua. Sayangnya seringkali hubungan dalam keluarga ngga berjalan dengan harmonis dan terdapat sibling rivalry di dalamnya. Yuk, mengenal lebih jauh tentang sibling rivalry.

Apa itu sibling rivalry?
Istilah sibling rivalry mungkin masih terdengar asing, meskipun tanpa sadar kamu atau bahkan orang di sekitar kamu sebenarnya sedang mengalami kondisi ini. Sibling rivalry merupakan kondisi ketika terjadi pertengkaran, persaingan, maupun kecemburuan antar saudara kandung yang menimbulkan konflik bagi keluarga. Bisa-bisa hal ini berakibat buruk saat kelak mereka dewasa.
Peran orang tua di dalamnya
Seorang profesional kesehatan mental dari India menyatakan bahawa orang tua memiliki andil dalam timbulnya sibling rivalry antar saudara kandung. Orang tua memiliki kecenderungan memfavoritkan salah satu anak, sehingga secara seangaja ataupun ngga mereka akan membandingkannya dengan anak yang lain.
Bisa saja orang tua membandingkan kondisi anak yang satu dengan yang lainnya sebagai motovasi. Tapi belum tentu hal ini terlihat sama dari kaca mata si anak, justru sebaliknya bisa memberikan tekanan dan timbulnya rasa cemburu.
Tanda anak mengalami sibling rivalry
Seorang anak yang mengalami sibling rivalry memiliki beberapa tanda yang terlihat, misalnya berperilaku agresif seperti mudah merasa kesal dan marah karena diperlakukan berbeda oleh orang tua. Bahkan, hingga melalukan penyerangan kepada orang tua dan saudaranya, seperti memukul, mencakar, melempar barang dan lainnya.
Sibling rivalry menyebabkan anak memiliki sikap ngga mau mengalah dan melakukan apapun untuk terlihat paling baik supaya mendapat perhatian orang tua. Pada kondisi tertentu anak akan selalu merasa iri pada saudaranya dan berusaha mencari perhatian secara berlebihan. Bisa dengan berpura-pura menurut atau berusaha menyakiti diri sendiri dan orang lain hanya untuk menarik simpati orang tua.

Bagaimana dampaknya?
Rasa cemburu, dendam, dan benci antar saudara kandung merupakan efek paling umum dari sibling rivalry. Mungkin dampaknya ngga akan terlihat langsung atau berupa delayed effect, yaitu ketika pola prilaku tersipan dalam alam bawah sadar ketika berusia 12-18 tahun dan efeknya baru muncul beberapa tahun kemudian.
Contohnya, seperti anak akan susah bersosialisasi dan menerima orang lain, keluarga menjadi ngga harmonis, rendahnya rasa percaya diri karena selalu merasa disalahkan dan ngga dihargai. Jika dibiarkan kondisi ini akan membawa permasalahan lain, seperti menyebabkan gangguan psikologis, serta munculnya perilaku menyimpang misalnya penggunaan obat-obatan terlarang dan tindak kekerasan.
Orang tua memiliki peran penting dalam mengedalikan dan mencegah terjadinya kondisi ini. Jika mengalami kondisi ini, mulailah untuk bisa menerima diri dan saudara dengan baik, serta tanamkan rasa saling menyanyagi dan menghargai antar saudara. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
