Sudah Minum Kopi tapi Masih Ngantuk? Coba Teknik Cold Brew

Hai, Teman Sehat! Kopi merupakan minuman populer yang dapat dinikmati semua kalangan baik laki-laki, perempuan, tua, atau muda. Minuman kaya rasa ini  memberikan sensasi unik saat diminum. Di sisi lain, kandungan kafein kopi mampu membuat kamu terjaga saat mengerjakan tugas atau bekerja. Meskipun pada beberapa orang efek tersebut ngga bekerja. Untuk itu, mungkin teknik cold brew patut dicoba.

Apa itu cold brew?

Café, Meja Cafe, Tinju, Tangan, Lada, Garam, Layanan
sumber: pixabay.com

Cold brew merupakan suatu teknik penyeduhan kopi dengan air dingin. Yap, kamu tentu masih asing dengan teknik ini. Biasanya, orang menyeduh kopi dengan air panas atau teknik hot brew. Di luar negeri, teknik cold brew sudah populer. Beberapa penelitian dan jurnal menunjukkan bahwa kopi yang diseduh dengan air dingin lebih baik dan sehat dibandingkan dengan kopi yang diseduh dengan air panas.

Bagaimana cara kerjanya?

Pembuatan kopi dengan teknik cold brew sebenarnya sangat sederhana dan hampir mirip dengan hot brew. Caranya yaitu sediakan kopi dan air dingin bersuhu 4oC dengan perbandingan bubuk kopi dan air  yaitu 1 : 10. Setelah kopi larut dalam air,  simpan dalam refrigerator selama 8 jam. Kemudian kopi sudah siap diminum.

Antiokasidan dalam kopi cold brew

Suatu penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan kopi yang diseduh dengan air dingin lebih tinggi dibandingkan dengan air panas. Antioksidan yang peka terhadap panas memiliki kencenderungan rusak saat kopi diseduh langsung dengan air panas. Padahal antioksidan memiliki manfaat yang baik untuk memilihara kesehatan dan daya tahan tubuh.

Kafein dalam kopi cold brew

Proses penyeduhan kopi dengan air panas menyebabkan terjadinya penurunan kadar kafein pada kopi. Inilah yang menyebabkan beberapa orang ngga mendapatkan manfaat dari kafein kopi yang diminum. Sedangkan teknik cold brew terbukti mampu mempertahankan kadar kafein kopi dibandingkan kopi dengan hot brew.

Coffee Shop, Barista, Kafe, Pekerja, Kopi, Pria
sumber: pixabay.com

Selain itu pada proses cold brew terjadi ekstraksi saat didiamkan selama 8 jam sehingga kafein pada kopi akan benar-benar terlarut dalam air dan meningkatkan kadar kafeinnya.

Sekarang kamu sudah tahu tentang teknik cold brew, kan! Mulai sekarang kamu bisa menerapkan teknik ini untuk mendapatkan sensasi baru saat minum kopi. Tapi ingat, jangan konsumsi kopi secara berlebihan mengingat dampaknya yang kurang baik untuk kesehatan kardiovaskular.  Stay healthy! Jangan lupa bagikan  artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Physiochemical Characteristics of Hot and Cold Brew Coffee Chemistry: The Effects of Roast Level and Brewing Temperature on Compound Extraction https://www.mdpi.com/2304-8158/9/7/902 Diakses pada 19 April 2021

Acidity and Antioxidant Activity of Cold Brew Coffee https://www.nature.com/articles/s41598-018-34392-w Diakses pada 19 April 2021

Sensory and Chemical Changes of Cold and Hot Brew Arabica Coffee at Various Resting Time http://repository.bakrie.ac.id/3208/ Diakses pada 19 April 2021

The Effect of Time, Roasting Temperature, and Grind Size on Caffeine and Chlorogenic Acid Concentrations in Cold Brew Coffee https://www.nature.com/articles/s41598-017-18247-4 Diakses pada 19 April 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.