Suka Kucing? Hati-Hati Cat Scratch Disease

Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu salah satu diantara pecinta kucing? Kalau iya, kamu perlu waspada dengan cat scratch disease yang bisa terjadi setelah kamu melakukan kontak langsung dengan hewan menggemaskan iniApa itu cat scratch disease? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

mengenal Cat Scratch Disease
Foto: Pixabay.com

Apa itu cat scratch disease?

Cat scratch disease merupakan infeksi bakteri yang disebarkan oleh kucing. Penyakit ini akan menyebar ke manusia apabila memiliki kontak dengan kucing yang terinfeksi Bartonella henselae dengan menjilat luka terbuka seseorang, mencakar, atau menggigit seseorang dengan cukup keras sehingga merusak lapisan kulitnya. Infeksi bakteri ini bisa menimbulkan bengkak kemerahan bahkan menimbulkan nanah dan nyeri. Ngga hanya itu, pada sebagian orang juga mungkin menyebabkan demam, menurunnya napsu makan, sakit kepala, hingga kelelahan sekitar 3-14 hari setelah terinfeksi.

Bagaimana cara meghindari cat scratch disease?

Biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan pecinta kucing, mengingat sering melakukan kontak langsung dengan kucing. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan apa saja yang bisa kamu lakukan untuk terhindar dari cat scratch disease, seperti cara berikut ini.

Jika kamu mendapatkan jilatan, gigitan, atau cakaran kucing, segeralah cuci bekas jilatan, gigitan, dan cakaran kucing dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan kamu dengan sabun dan air mengalir tiap kali setelah bermain dengan kucing, terutama jika kamu tinggal dengan anak kecil atau orang yang sedang sakit, dengan sistem kekebalan yang lemah.

Berdasarkan penelitian, kucing yang berusia kurang dari satu tahun lebih mungkin menyebabkan penyakit ini sehingga orang dengan sistem kekebalan yang lemah sebaiknya mengadopsi atau memelihara kucing yang berusia lebih dari satu tahun.

Jangan bermain kasar dengan hewan peliharaan seperti kucing terutama dengan kucing liar, karena mereka bisa menggaruk dan menggigit kamu. Sebisa mungkin kurangi intesitas bermain dan kontak langsung dengan kucing liar.

Selain itu, jika kamu memiliki luka terbuka, jangan biarkan kucing menjilati luka tersebut. Apabila kamu memelihara kucing, jaga supaya kucing kamu tetap dalam keadaan bersih dan sehat, terutama memiliki kuku yang rapi.

mengatasi Cat Scratch Disease
Foto: Pexels.com

Bila mengalaminya apa yang perlu dilakukan?

Jika kamu merasakan tanda-tanda seperti adanya bengkak kemerahan dan nyeri pada daerah bekas gigitan atau garukan kucing, kamu bisa segera memeriksakannya ke dokter. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.

Di samping itu, jika benar terinfeksi, kamu juga bisa pergi ke dokter hewan untuk melakukan pengujian dan perawatan pada kucing yang terinfeksi. Dokter hewan akan memberi tahu kamu apakah kucing tersebut membutuhkan pengujian dan perawatan lebih lanjut. Biasanya kamu juga akan diberi saran mengenai perawatan yang tepat untuk kucing yang terinfeksi.

Nah, itulah informasi singkat mengenai cat scratch disease yang perlu diperhatikan. Ingat selalu untuk tetap menjaga kebersihan, ya Sahabat Sehat! Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk share ke teman dan orang terdekatmu.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

CDC. 2020. Cat-Scratch Disease. https://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html. Diakses pada 8 Agustus 2021

Hopkinsmedicine. 2021. Cat Scratch Disease. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cat-scratch-disease. Diakses pada 8 Agustus 2021

Saryoko, A., & Putri, Y. 2016. PENERAPAN METODE INFERENSI FORWARD CHAINING DALAM MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA KUCING. Jurnal Pilar Nusa Mandiri , 12 (1), 91-101. https://doi.org/10.33480/pilar.v12i1.263

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.