Terlalu Banyak Minum Susu Bisa Sebabkan Anemia?

Halo, Teman Sehat! Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang anemia dan pencegahannya bukan? Hingga saat ini, mengatasi anemia masih menjadi tugas negara di seluruh dunia termasuk Indonesia, sebab bukan ‘sekedar’ kurang darah tetapi efek jangka panjang yang bisa mengakibatkan stunting dan menurunnya kualitas sumber daya manusia antar generasi, loh.

Nah, salah satu penyebabnya akibat defisiensi besi saat masa pertumbuhan, baik karena kurangnya asupan atau penyerapan yang ngga maksimal, seperti adanya interaksi dengan kalsium dalam susu sapi. Wah, jadi bagaimana ya batasan konsumsi susu sapi bagi si kecil supaya kebutuhan gizinya terpenuhi secara seimbang? Simak ulasannya yuk!

Anemia Defisiensi Besi dan Penyebabnya

Foto: Freepik.com

Teman Sehat, zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang penting untuk optimalkan tumbuh kembang anak. Mineral ini membentuk hemoglobin pada darah yang berfungsi mengikat oksigen dan berperan dalam proses perkembangan otak si kecil di 2 tahun pertamanya.

Kebutuhan zat besi si kecil usia 6-12 bulan adalah sekitar 7-11 mg/hari, serta pada anak 12-23 bulan adalah 7 mg/hari, sedangkan zat besi dari ASI hanya mencukupi sekitar 3% dari kebutuhan zat besi saat masa MPASI.

Nah, anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi, penyebabnya pada si kecil yang berusia kurang dari setahun adalah pada lahir prematur atau berat lahir rendah dengan cadangan zat besi yang lebih sedikit dibanding bayi cukup bulan. Pada usia 1-5 tahun biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi atau MPASI yang ngga memadai, kondisi obesitas serta kebutuhan zat besi yang meningkat akibat infeksi berulang atau kronis.

Susu Sapi dan Penyerapan Zat Besi

FYI, zat besi merupakan mineral yang penyerapannya bergantung pada jenis makanan dan interaksi dengan makanan atau minuman lain. Penyerapan zat besi bisa meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan asupan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, tomat atau produk laut lainnya, dan akan menurun jika dikonsumsi bersamaan dengan meminum teh atau kopi.

susu bisa mengurangi penyerapan zat besi
Foto: Freepik.com

Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi susu sapi atau susu murni non-fortifikasi seperti susu pasteurisasi atau UHT yang berlebihan ternyata menghambat penyerapan zat besi dari asupan makanan lain, loh. Pada anak usia 1-2 tahun, konsumsi susu baik dari ASI maupun susu formula sebaiknya ngga melebihi 30% dari total kalori dan maksimal 500 ml per hari, sebab konsumsi susu terlalu banyak juga akan membuat si kecil mudah kenyang dan enggan makan padat padahal kebutuhan gizinya cukup banyak dan bervariasi.

Pedoman Isi Piringku PMBA dan Balita

Foto: Freepik.com

Teman Sehat tentu sudah ngga asing dengan pedoman ‘isi piringku’ bukan? Nah, jika diperhatikan komposisi pada usia 6-23 bulan adalah 35% makanan pokok, 30% protein hewani, 25% sayur dan buah serta sisanya kacang-kacangan. Sedangkan untuk usia 2-5 tahun adalah 35% makanan pokok, 35% lauk pauk dan 30% sayur dan buah.

Proporsi ini tentu perlu dikonsumsi dengan bijak diikuti dengan pedoman gizi seimbang, ya. Selain itu, alternatif lain untuk memaksimalkan penyerapan zat gizi yaitu dengan membuat meal plan yang jelas, supaya konsumsi susu ngga menggangu penyerapan zat besi.

Nah bagaimana, Teman Sehat? Kita semua tentu setuju bahwa susu mengandung zat gizi yang dibuthkan tubuh seperti kalsium, laktosa, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin D, dan vitamin B. Tapi jangan lupakan kebutuhan zat gizi lain yang juga perlu dipenuhi secara seimbang, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Bondi, Steven A dan Lieuw, Kenneth. 2009. Excessive Cow’s Milk Consumption and bIron Deficiency in Toddlers: Two Unusual Presentations and Review. ICAN: Infant, Child, & Adolescent Nutrition Vol. 1 No. 3. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1941406409335481

Kazal, Louis A. 2002. Prevention of Iron Deficiency in Infants and Toddlers. Am Fam Physician. 2002 Oct 1;66(7):1217-1225. https://www.aafp.org/afp/2002/1001/p1217.htmlv

Windiastuti, Endang. 2013. Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anakb

Ziegler EE. Consumption of cow’s milk as a cause of iron deficiency in infants and toddlers. Nutr Rev. 2011 Nov;69 Suppl 1:S37-42. doi: 10.1111/j.1753-4887.2011.00431.x. PMID: 22043881. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22043881/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.