4 Manfaat Kesehatan Si Kenyal Kolang-Kaling

Teman Sehat, kolang-kaling merupakan biji dari buah pohon aren (Arenga pinnata) yang biasa dijadikan manisan atau ditambahkan ke dalam es campur. Buah aren perlu melewati proses yang panjang sebelum aman dikonsumsi karena kulitnya mengandung getah, kemudian menghasilkan biji putih kekuningan, lunak, dan kenyal yang disebut kolang-kaling. Dibalik proses panjangnya, kolang-kaling juga menyimpan berbagai manfaat. Yuk Simak!

Foto: Flickr.com/photos/greyfoxone/

1. Sumber serat pangan

Kolang-kaling kaya akan serat pangan larut galaktomanan yang bisa mengikat getah empedu untuk mencerna lemak. Nah, dengan begitu bisa membantu menurunkan kadar kolesterol karena tubuh perlu memecah simpanan kolesterol untuk memproduksi getah empedu baru untuk menggantikan getah empedu yang sebelumnya telah diikat oleh serat.

Selain tinggi serat, kolang-kaling juga rendah kalori dan lemak, sehingga cocok menjadi cemilan saat diet. Konsumsi kolang-kaling (tanpa gula, sirup, pewarna) disertai diet rendah lemak dan olahraga tentu akan membantumu dalam mengontrol berat badan.

2. Mencegah osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi menurunnya kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Selain proses penuaan dan asupan kalsium, paparan radikal bebas juga memicu terjadinya penyakit ini. Hormon estrogen diketahui bisa mengurangi penumpukan radikal bebas, tapi kadarnya pada wanita menopause menurun, sehingga rentan mengalami osteoporosis.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan adanya peningkatan massa tulang pada ibu post-menopause yang telah diberikan 100 gram kolang-kaling rebus setiap hari dan melakukan senam tai chi 3x/minggu dengan durasi 60 menit selama 12 minggu.

Meski kolang-kaling rebus hanya mengandung kalsium 1/5 dari susu skim segar, ternyata kombinasi asupan kolang-kaling dan senam tai chi bisa mmenjaga kepadatan massa tulang. Kalsium yang ada pada kolang-kaling biasanya dipengaruhi oleh tempat tumbuh dan kesuburan pohon aren.

3. Mengurangi nyeri akibat radang sendi dan rematik

Foto: Freepik.com

Kolang-kaling mengandung fitokimia yang memiliki efek analgesik (anti nyeri) dan antiinflamasi, yakni flavonoid, alkaloid, dan quinon. Terdapat dua jenis penyakit sendi yang umum dikenal, yakni radang sendi dan rematik.

Radang sendi (osteoarthritis) umumnya menyerang sendi yang menyangga berat badan seperti sendi lutut, sendi panggul, dan sendi tulang belakang. Sedangkan rematik (Rheumatoid Arthritis/RA) merupakan penyakit autoimun. biasanya rematik memiliki gejala nyeri pada sendi yang lebih kecil seperti sendi jari dan pergelangan tangan dan kaki, dan juga sendi yang besar bila memasuki tahap lanjut.

 

Efek konsumsi kolang-kaling telah diteliti pada tahun 2018 pada sejumlah lansia yang mengalami osteoarthritis dan hasilnya menunjukkan rasa nyeri berkurang setelah mengonsumsi kolang-kaling.

Setahun berikutnya, dilakukan penelitian mengenai efek terapi kolang kaling pada lansia berbeda yang mengalami rematik. Hasilnya ternyata sangat menarik, mengonsumsi 100 gram kolang-kaling rebus selama 5 hari berturut-turut bisa mengurangi rasa nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Pengujian ini dilakukan 30 menit setelah kolang-kaling diberikan.

4. Membantu wajah semakin glowing

Memiliki wajah dengan kondisi kulit yang bersih, cerah, serta terhindar dari penuaan dini tentu idaman banyak orang. Selain menggunakan produk perawatan kulit, pola makan juga perlu dijaga karena bisa membantu kondisi kesehatan kulit.

Setelah diteliti pada tahun 2017, ternyata galaktomanan pada kolang-kaling juga bisa bersifat sebagai antioksidan yang memiliki efek mencerahkan dan juga anti-photoaging (penuaan dini akibat paparan sinar UVA dan UVB).

Teman Sehat, ternyata cukup fantastis ya manfaat dari si bening pipih kolang-kaling ini. Perlu diingat, pengaruhnya mungkin akan berbeda jika yang kamu konsumsi berupa manisan, jadi hindari konsumsi berlebihan, ya. Okay, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

http://psasir.upm.edu.my/id/eprint/60921/

http://180.250.18.58/jspui/bitstream/123456789/2444/1/document%20%2874%29.pdf

http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/3921/121501162.pdf?sequence=1&isAllowed=y

https://cellbiopharm.com/ojs/index.php/MCBS/article/view/63

http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/1143/pdf#

http://eprintslib.ummgl.ac.id/821/1/16.0601.0074_BAB%20I_BAB%20II_BAB%20III_BAB%20V_DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5330101/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.