Ternyata, Tidur dapat Meningkatkan Kecerdasan, loh!

Teman Sehat, tidur merupakan proses istirahat bagi tubuh untuk mengembalikan energi yang hilang setelah seharian beraktivitas. Proses istirahat ini punya manfaat yang penting bagi tubuh, yaitu menjaganya agar tetap bugar, membantu tumbuh dan kembang tubuh, meningkatkan suasana hati dan konsentrasi. Tapi, tahukah kamu kalau tidur bisa meningkatkan kecerdasan? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Kenapa ya, bisa meningkatkan kecerdasan?

Tidur ngga bisa langsung berdampak pada kecerdasan, ya Teman Sehat. Hal ini dikarenakan ada faktor lain yang memengaruhinya, seperti durasi istirahatnya. Durasi yang cukup, membuat mental dan fisik kamu menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan untuk menjalani kegiatan sehari-hari dan meningkatkan daya ingat.

Adanya pelepasan hormon pertumbuhan

Ketika kamu tidur, tubuh akan memicu pengeluaran hormon pertumbuhan. Yap, hormon ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan pada tulang dan jaringan. Selain itu, hormon ini juga memungkinkan tubuh untuk memperbaiki dan memperbaharui sel yang ada pada tubuh. Semua sel ini, akan mengalami proses pemulihan dan regenerasi (pembaruan) menjadi sel baru.

Jika sel baru tumbuh dengan baik, maka kondisi fisik kamu akan lebih bugar dan semangat dalam menjalani aktivitas. Kemudian, hormon ini juga menyebabkan rangsangan pada otak. Rangsangan ini bisa meningkatkan kualitas dan efisiensi kinerja otak serta melancarkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Lancarnya pengankutan ini, menyebabkan asupan zat gizi ke otak menjadi lebih baik dan bisa meningkatkan proses penyimpanan memori.

Selain itu, bisa meningkatkan penyimpanan memori, loh!

Pada saat tidur, terjadi proses konsolidasi (memperkuat) memori pada otak. Hal ini menyebabkan memori baru akan tertanam lebih baik jika tidur dilakukan dengan durasi yang cukup. Selain itu, jika kamu kurang istirahat, maka bisa mengubah struktur selubung myelin pada otak. Selubung myelin merupakan salah satu struktur penting yang berfungsi untuk mengantar sinyal ke sel saraf. Jika proses istirahat ini ngga maksimal, maka bisa memengaruhi proses penyimpanan memori pada otak, sehingga kamu jadi mudah lupa.

Sebaiknya, berapa durasi tidur yang baik?

Supaya manfaat proses istirahat ini bisa maksimal dirasakan oleh tubuh, ada beberapa anjuran waktu tidur yang berbeda pada setiap usia. Pada bayi baru lahir, durasinya yaitu sekitar 14-17 jam/hari, bayi 12 bulan istirahat siang selama 4 jam dan malam selama 10 jam sedangkan anak usia 2 tahun durasi istirahat malamnya sekitar 11-12 jam/hari. Pada balita, durasinya sekitar 10-13 jam/hari, anak usia 6-13 tahun durasinya sekitar 9-11 jam/hari, remaja usia 14-17 tahun durasinya sekitar 8-10 jam/hari, dan orang dewasa durasinya sekitar 7-9 jam/hari.

Nah, Teman Sehat, itulah manfaat tidur bagi kecerdasan. Yuk, jangan lupa menjaga pola istirahat kamu agar tubuh tetap sehat, sehingga bisa menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik. Kira-kira, berapa lama waktu tidur kamu?

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *