Tips Mengurangi Asupan Lemak Jenuh dan Lemak Trans Selama Puasa

Halo Teman Sehat! Bagaimana puasa mu sejauh ini? Apakah pola makan Teman Sehat berubah menjadi lebih baik? Salah satu yang harus diperhatikan selama berpuasa adalah memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Beberapa makanan seperti yang mengandung tinggi lemak merupakan jenis yang kurang dianjurkan.

Makanan tinggi lemak mengandung lemak tidak sehat yaitu asam lemak jenuh dan lemak trans. Siapakah mereka dan apa pengaruhnya? Yuk, kita simak penjelasan di berikut!

Apa itu asam lemak jenuh dan lemak trans?

Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang padat pada suhu kamar, secara umum berasal dari hewani seperti daging berlemak dan produk susu (keju, mentega, dan krim susu) yang juga mengandung kolesterol. Selain itu, juga ditemukan pada minyak kelapa sawit dan minyak yang sudah mengalami proses pemanasan berulang.  Sedangkan lemak trans bersifat semi padat pada suhu kamar dan sumber utamanya adalah produk pangan dari minyak nabati seperti margarin, biskuit, dan keripik. Kandungan asam lemak trans tertinggi yaitu pada makanan gorengan seperti, ayam goreng tepung, telur, dan tempe mendoan. Kedua jenis lemak ini tergolong lemak jahat yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Bagaimana rekomendasi asupan lemak dalam sehari?

WHO merekomendasikan untuk total asupan lemak per hari maksimal  30% dari total energi. Jumlah tersebut setara dengan 65-80 gram lemak, meliputi asam lemak jenuh 10% (20-25 gram) dan lemak trans <1% (2 gram) per hari. Asupan lemak jenuh mempunyai korelasi positif dengan asupan lemak trans, yaitu setiap penambahan asupan lemak jenuh sebesar 1% energi total akan meningkatkan asupan lemak trans sebesar 0,03% energi total.

Tips mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans selama puasa

  • Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Pengolahan secara deep frying atau menggoreng dengan merendam bahan makanan ke dalam minyak goreng pada suhu 163-169°C yang menyebabkan rusaknya vitamin A, D, E, K sehingga fungsi zat gizi dalam minyak goreng menurun dan berpengaruh negatif terhadap tubuh.
  • Membatasi produk makanan olahan dan kemasan, seperti biskuit, kue kering, pastri dan donat
  • Membatasi makanan cepat saji, seperti pizza dan burger
  • Perbanyak konsumsi ikan dan daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, serta hindari daging olahan seperti sosis
  • Mengganti cara pengolahan digoreng menjadi dipanggang, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak
  • Penggunaan minyak nabati seperti minyak zaitun atau canola dibandingkan mentega atau lemak hewani lainnya

Apa dampak lemak jahat bagi tubuh?

Asam lemak jenuh dan lemak trans jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan meningkatkan kolesterol jahat dalam darah (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL) sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, berdasarkan informasi di atas tentunya Teman Sehat sudah memahami terkait konsumsi asam lemak jenuh dan lemak trans bagi kesehatan tubuh. Jadi, perhatikan baik-baik makanan apa yang masuk ke dalam tubuh agar puasa tetap lancar dan tubuh jadi bugar.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *