Tips Menyiapkan MP-ASI untuk Si Kecil di Masa Pandemi

Sahabat Sehat, tahukah kamu kalau status gizi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya infeksi? Yups, di masa pandemi COVID-19 ini sangat penting memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Makanan yang bergizi bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal virus, loh! Apalagi untuk meningkatkan imunitas Si Kecil. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan MP-ASI? Yuk, cari tahu lebih lanjut dengan simak penjelasan berikut ini! 

tips memberikan mp-asi unutk anak
Foto: Pixabay.com

Makanan Keluarga

Mulai usia 6 bulan, ASI saja belum mencukupi kebutuhan gizi anak. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan makanan pendamping ASI untuk diberikan pada saat anak usia 6-8 bulan. Sebanyak 70% ASI dan 30% MPASI dan semakin meningkat proporsi untuk MPASI sesuai bertambahnya usia. Makanan keluarga juga bisa diberikan pada anak yang telah berusia 12-23 bulan. Tetap perhatikan kandungan gizi dari makanan Si Kecil ya, Sahabat Sehat! Jangan hanya mengutamakan rasa kenyang dari karbohidrat namun kebutuhan gizi lain belum terpenuhi.

Makanan Segar Bukan Olahan

Badan Kesehatan Dunia, WHO menyarankan suapay memberikan makanan segar pada anak. Sebanyak 2-3 porsi protein seperti, ikan setidaknya diberikan 2 kali seminggu, dan kacang-kacangan direkomendasikan untuk anak mulai usia 2 tahun. Konsumsi susu sebanyak 3 porsi per hari bagi anak di bawah 2 tahun. Jangan lupa perhatikan jenis susunya ya, susu skim ngga cocok untuk anak balita. 

Konsumsi Lemak Sehat

Daging putih seperti ayam dan ikan lebih rendah lemak daripada daging merah. Kamu bisa menghindari memberi makanan olahan seperti sosis karena kandungan garam dan lemak yang tinggi. Makanan pabrikan, cepat saji, makanan ringan, dan gorengan sebaiknya perlu dihindari juga. Jangan membiasakan memberi anak makanan tinggi lemak, karena nantinya bisa membuat Si Kecil jadi overweight atau obesitas.

Membatasi Asupan Garam dan Gula

tips memberikan mp-asi untuk anak
Foto: Pixabay.com

Ketika memasak dan menyiapkan makanan untuk buah hati, jangan terlalu banyak menggunakan garam dan gula. Kalau anak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam, maka anak akan merasa hambar dengan makanan yang kurang terasa asin atau manis. Bahkan anak jadi ngga mau makan jika makanan terasa hambar. Jangan biasakan juga memberi camilan seperti minuman ringan, sirup, soda, dan makanan lain yang tinggi gula. Buah segar bisa jadi pilihan camilan yang oke, nih Sahabat Sehat! Kalau mau dibuat jus, tetap perhatikan tambahan gulanya yaa!

Cermat Mengolah Bahan Makanan

Di masa pandemi, orang perlu lebih bijak dalam memilih panganbahan yang akan diolah. Upayakan seminimal mungkin untuk membeli makanan di luar, sebab kamu ngga tahu kan, apakah makanan itu benar-benar matang dan bersih? Berbeda jika orang tua lah yang langsung membuat MP-ASI. Pasti lebih terjamin keamanannya.

Kesehatan buah hati menjadi hal yang sangat berharga. Asupan makanan anak dengan komposisi yang pas baik dari segi kualitas maupun kuantitas akan menjadi benteng pertahanan dirinya. Jangan sampai Si Kecil gampang terserang penyakit ya Sahabat Sehat! Sebab, jika anak terlanjur terkena infeksi maka penyembuhannya cukup lama. Yuk, selalu perhatikan apapun yang kamu beri untuk Si Kecil. Keep happy family!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kemenkes RI. 2020. Panduan Gizi Seimbang di Masa Pandemi Covid-19. Jakarta: Kemenkes RI https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/download/yM5dMmydje&ved=2ahUKEwjX18id2efxAhXVlEsFHRXkDKsQFnoECAYQAQ&usg=AOvVaw3vuLEmTNF47gZ77ihDXa1Z

IDAI. 2020. Nutrisi pada bayi dan batita di era new normal pandemi Covid-19. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19. Diakses pada 16 Juli 2021.

Ratih Kurniasari. 2020. Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya. http://ejurnal.stikesrespati-tsm.ac.id/index.php/abdimas/article/view/286/219

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.