Mengenal Kelompok Rentan Foodborne Disease!

Halo, Sahabat Sehat tahukah kamu apa itu foodborne disease? Penyakit ini biasanya bersifat toksik atau bisa menyebabkan infeksi akibat masukknya agen penyakit ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Meskipun bisa dialami oleh semua orang, foodborne disease lebih sering menyerang beberapa kelompok tertentu. Siapa saja ya yang rentan mengalami foodborne disease? Yuk, cari tahu dengan simak artikel berikut!

1. Lansia

Lansia usia rentan mengalami foodborne illness
Foto: Pixabay.com

Lansia merupakan kelompok rentan terkena diare dibandingkan usia muda. Bila seseorang bertambah beberapa organ tubuh mungkin sudah ngga bisa bekerja secara maksimal, sehingga aktivitas dan metabolisme tubuh secara otomatis juga mengalami penurunan. Begitu pula kapasitas pencernaan yang secara perlahan menurun ketika mulai menginjak usia 50 tahun. Lansia yang mengonsumsi makanan terkontaminasi akan sangat mudah mengalami gejala penyakit, bahkan bisa menimbulkan komplikasi. So, jaga selalu asupan makan orang tersayang kamu yang masuk dalam usia ini, ya!

2. Anak-anak

Risiko penularan foodborne disease pada anak terutama di lingkungan tertutup seperti tempat penitipan anak dan sekolah sangatlah tinggi. Anak-anak biasanya lebih rentan terkena penyakit ini karena belum bisa menilai baik buruknya pangan yang akan mereka konsumsi, terlebih bila ngga diawasi secara ketat oleh orang tua.

Penggunaan bahan-bahan yang ngga memenuhi standar kemanan dalam membuat jajanan yang dijual di lingkungan sekolah merupakan salah satu risiko penyebab terjadinya penyebaran penyakit iniAspek kebersihan alat makanpun menjadi salah satu yang perlu diperhatikan dalam penularan foodborne disease. Selalu menjaga kebersihan alat makan dan minum bisa diterapkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit ini.

anak usia rentan mengalami foodborne illness
Foto: Pexels.com

3. Pengguna antibiotik

Pemberian antibiotik yang ngga tepat bisa mempercepat resistensi mikroba penyebab penyakit. Selain itu, pemakaian antibiotik bisa mengubah flora normal yang ada di saluran cerna penderita sehingga meningkatkan kejadian infeksi. Oleh karena itu, pastikan kamu hanya mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran yang diberikan.

Jika ngga ditangani dengan tepat, infeksi bawaan makanan bisa menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi sistem kardiovaskular, ginjal, persendian, pernapasan, dan sistem imun. Diantara kelompok-kelompok yang rentan, efek yang terjadi akibat foodborne disease mungkin akan lebih serius lagi. Jadi, selalu perhatikan apa yang kamu dan keluarga makan, ya. Keep healthy and happy!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Syndi Nurmawati, dkk. 2019. Faktor Risiko Penyebab Foodborne Disease pada Siswa SD. Jurnal Sistem Kesehatan.
https://jurnal.unpad.ac.id/jsk_ikm/article/view/22990#:~:text=Sebagian%20besar%20siswa%20membeli%20makanan,penjaja%20makanan%20di%20sekitar%20sekolah.

Lilis Nuraida. 2014. ISU MUTAKHIR KEAMANAN Magister PANGAN: MIKROBIOLOGI. Teknologi Pangan – IPB.
http://lnuraida.staff.ipb.ac.id/files/2014/11/Isu-Mutakhir-Keamanan-Pangan-Mikrobiologi_PTP_4-Januari-2014.pdf

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.