Yuk, Bijak Konsumsi GGL

Sahabat Sehat, pernah dengar istilah gula, garam, dan lemak (GGL)? Yap, untuk meningkatkan cita rasa, sebagian orang menambah makanannya dengan GGL. Tapi terkadang, tanpa disadari kamu mengonsumsinya secara berlebihan, sehingga berisiko terhadap gangguan kesehatan terutama penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, kencing manis, dan penyakit jantung. Nah, untuk itu perlu diketahui anjuran serta cara bijak mengkonsumsinya.

bijak dalam konsumsi GGL (gula, garam, dan lemak)
Foto: Freepik.com

Anjuran Konsumsi GGL

Dalam Permenkes Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang disebutkan pesan gizi seimbang ke lima, yaitu membatasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak untuk menghindari risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. Sedangkan konsumsi yang dianjurkan tercantum dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji. Berikut ini anjuran konsumsinya.

Konsumsi Gula

Anjuran konsumsi gula adalah 50 gram atau setara 4 sendok makan per orang per hari,. Jika berlebih akan berdampak pada peningkatan berat badan dan kadar gula darah, dalam jangka waktu lama secara langsung bisa menimbulkan risiko diabetes tipe-2. Secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko penyakit seperti osteoporosis, penyakit jantung dan kanker.

Mungkin Sahabat Sehat sudah tahu bahwa ada berbagai jenis gula, seperti gula tebu, gula aren dan gula jagung yang berasal dari makanan dan minuman. Selain itu, kandungan gula juga ada di dalam jenis makanan lain yang mengandung karbohidrat sederhana seperti tepung, roti, kecap dan sebagainya.

Ada beberapa kiat untuk membatasi konsumsi gula, seperti membatasi konsumsi makanan dan minuman manis; mengurangi penggunaan gula pada minuman, makanan, jajanan dan pada masakan; mengganti makanan penutup/dessert manis dengan buah yang mempunyai rasa kurang manis dan/atau sayur-sayuran segar; serta memanfaatkan informasi pada label kemasan dalam memilih makanan.

Konsumsi Garam

Konsumsi garam yang dianjurkan adalah 2000 mg natrium atau setara 1 sendok teh per orang per hari, karena konsumsi natrium berlebih akan mempengaruhi kesehatan terutama meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu dianjurkan mengonsumsi garam secukupnya.

Berikut ini anjuran dalam mengonsumsi natrium. Sebaiknya gunakan garam beriodium dan pilihlah makanan dengan kandungan rendah natrium dengan membaca label informasi nilai gizi setiap membeli pangan kemasan atau kaleng. Apabila tidak tersedia pangan kemasan atau kaleng rendah natrium, kamu bisa meniriskan terlebih dahulu bila pangan tersebut mengandung cairan bergaram.

Nah, jika kamu mengonsumsi makanan instan dengan bumbu terpisah, dianjurkan untuk mengurangi penggunaan bumbu bergaram tersebut. Kamu juga bisa mengganti natrium dengan bahan tambahan seperti tomat, bawang, cabai, atau jahe untuk meningkatkan rasa. Garam (NaCl) juga bisa diganti dengan garam yang mengandung kalium, karena kalium bisa membantu menurunkan tekanan darah. Sumber Kalium terdapat pada kismis, kentang, pisang, kacang dan yoghurt.

bijak dalam konsumsi GGL (gula, garam, dan lemak)
Foto: Pexels.com

Konsumsi Lemak

Anjuran konsumsi lemak/minyak total sekitar 67 gram atau setara 5 sendok makan per orang per hari. Lemak dalam makanan berguna untuk meningkatkan energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, serta memberi rasa lezat dan rasa kenyang lebih lama.

Berdasarkan kandungan asam lemaknya, lemak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lemak tak jenuh dan lemak jenuh. Lemak tak jenuh, umumnya berasal dari pangan nabati, kecuali minyak kelapa, sedangkan lemak jenuh berasal dari pangan hewani.

Tubuh membuat kolesterol dari zat gizi yang terdapat pada pangan dengan kandungan lemak jenuh, seperti kuning telur, lemak daging dan keju. Kadar kolesterol darah yang melebihi ambang normal (160-200 mg/dl) bisa mengakibatkan penyakit jantung. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi makanan rendah lemak.

Nah, mulai sekarang bijaklah membaca informasi kandungan GGL serta pesan kesehatan yang tercantum pada label pangan dan makanan siap saji sebelum membeli pangan kemasan agar terhindar dari asupan GGL berlebihan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang, Direktorat Gizi Masyarakat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.