Yuk, Cermati Asupan Garam Harian Mu!

Halo, Teman Sehat! bagaimana kabarmu di tahun 2020 ini? Semoga sehat selalu ya. Membuka tahun 2020 ini ada kabar menarik yang mulai berkembang di sekitar kita, yaitu mengenai pembatasan konsumsi garam. Mengapa ya, konsumsi garam perlu dibatasi? Penasaran kan, agar lebih jelas, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Zat gizi yang terkandung

Garam mudah sekali kamu temukan pada makanan, mungkin sarapan pagi ini juga mengandung bahan tambahan ini. Tahu ngga sih, garam termasuk bahan tambahan pangan yang penting bagi tubuh, jika jumlahnya tepat. Hal ini dikarenakan  garam yang kamu konsumsi mengandung zat gizi natrium.

Zat gizi ini penting bagi tubuh, karena berperan pada proses relaksasi dan kontraksi otot, serta pemeliharaan keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Berbagai gejala dapat timbul jika kita mengonsumsi garam terlalu sedikit atau terlalu banyak. Dilansir dari laman Dirjen P2TM, anjuran konsumsi garam per harinya adalah 2000 mg atau setara dengan 1 sendok teh (5gr/orang/ hari).

Apa ya, dampaknya jika konsumsinya terlalu sedikit?

Konsumsi garam yang terlalu sedikit, bisa menyebabkan ketidakcukupan asupan natrium di dalam tubuh. Kondisi ini disebut hyponatremia atau kekurangan zat natrium di dalam darah. Penderita hyponatremia akan mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala, muntah, mual, lesu, dan kejang.

Apakah kamu pernah mengalami gejala ini setelah melakukan aktivitas berat? Jika ya, mungkin Teman Sehat mengalami kekurangan natrium. Jangan khawatir, kamu bisa mengembalikan keseimbangan zat ini dalam tubuh dengan mengonsumsi beberapa produk atau bahan pangan yang kaya akan natrium, seperti susu, daging, kerang, dan bahan pangan lainnya.

Bagaimana jika berlebihan mengonsumsinya?

Selain terlalu sedikit, ada juga kasus terlalu banyak mengonsumsi garam sehingga jumlah natrium di dalam tubuh melebihi batas normal. Biasanya, ginjal akan mengurangi jumlah natrium yang berlebih melalui urin.

Tetapi, jika ginjal gagal melakukan fungsinya dengan baik, maka kelebihan zat iniakan menumpuk di dalam darah dan akan menyebabkan hypernatremia atau tingginya kandungan natrium di dalam darah. Jika hal ini terjadi, tubuh akan merespons dengan memunculkan rasa haus. Air yang masuk ke dalam tubuh bisa mengembalikan keseimbangan air dan natrium di dalam darah, tetapi akan berdampak pada peningkatan volume darah.

Volume darah yang meningkat menyebabkan jantung harus bekerja semakin keras. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, maka kamu bisa mengalami kenaikan tekanan darah atau yang dikenal hipertensi, bahkan lebih lanjut dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang dapat memicu terjadinya stroke, loh!

 

Nah, sekarang Teman Sehat sudah tahu, kan kalau terlalu sedikit atau terlalu banyak mengonsumsi garam bukan hal yang baik bagi tubuh kamu? Cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui asupan zat gizi ini berlebih, yaitu dengan melakukan pengukuran tensi ke klinik kesehatan terdekat.

Jika hasil pengukurannya di atas 120/80 mmHg, maka besar kemungkinan kamu berisiko mengalami hipertensi. Saat hal ini terjadi, kamu bisa mengurangi asupan garam dalam makanan atau memperhatikan label pangan pada produk yang dionsumsi. Yuk, cermat dalam mengonsumsi bahan tambahan pangan!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *