Yuk, Penuhi Kebutuhan Gizimu Saat Bekerja!

Teman sehat, saat ini persaingan kerja sangatlah tinggi.  Nah, tanpa kondisi kesehatan yang baik tentunya akan membuat kualitas kinerjamu menurun. Salah satu yang perlu kamu perhatikan yaitu kebutuhan gizi! Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Permasalahan yang Sering Terjadi

permasalahan pemenuhan kebutuhan gizi para pekerja
Foto: Pixabay.com

Faktor penting yang berperan dalam produktivitas kerja yang baik salah satunya adalah tingkat kesehatan yang dimiliki dan pemenuhan gizi yang baik dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan saat bekerja.

Biasanya permasalahan gizi yang terjadi pada pekerja, antara lain :

  • Kurang energi. Pekerja sangat rentan mengalami kekurangan energi. Ini biasanya terjadi karena energi yang dikeluarkan ngga sesuai dengan asupan makanan yang dikonsumsi, sehingga tubuh menjadi lemah dan kehilangan fokus.
  • Anemia. Pekerja juga sering mengalami anemia, ini bisa saja terjadi saat konsumsi asupan zat besi kurang.
  • Defisiensi vitamin. Kekurangan vitamin akan menganggu keberlangsungan proses yang ada di tubuh. Contohnya saja jika kamu mengalami kekurangan B1 (thiamin) akan mempengaruhi proses metabolisme kabohidrat, mempengaruhi keseimbangan air dan mempengaruhi penyerapan lemak dalam usus.

Kekurangan vitamin B1 akan berpengaruh pada penurunan kegiatan pada saraf, sehingga kamu akan mengalami sulit konsentrasi, ngga bersemangat dan mudah tersinggung. Jika lebih dari tiga sampai tujuh minggu dibiarkan tubuhmu akan mengalami kelelahan, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kejang otot, konstipasi dan mengalami berbagai rada nyeri saraf.

Faktor yang Mempengaruhi

permasalahan yang sering terjadi dalam pemenuhan gizi pekerja
Foto: Pixabay.com

Teman sehat, setiap orang memiliki kebutuhan gizinya berbeda-beda. Nah, berikut ini faktor yang mempengaruhi antara lain :

  1. Ukuran tubuh. Berat badan dan tinggi badan mempengaruhi kebutuhan gizi seseorang walaupun jenis kelamin dan usianya sama.
  2. Jenis kelamin dan usia. Biasanya laki-laki lebih banyak membutuhkan kalori dibandingkan perempuan. Ini karena secara fisiologis laki-laki memiliki lebih banyak otot yang aktif.
  3. Aktivitas yang dilakukan. Seseorang yang melakukan pekerjaan berat membutuhkan kalori dan protein lebih banyak dibandingkan orang yang yang bekerja dengan kategori sedang maupun ringan.
  4. Kondisi fisiologis. Pekerja perempuan yang sedang dalam kondisi hamil membutuhkan tambahan energi dan zat gizi yang lain seperti zat besi dan asam folat. Begitu pula dengan ibu menyusui yang membutuhkan tambahan energi dan zat gizi uhttp://asi pekerjantuk memperlancar ASI.
  5. Kondisi tempat kerja. Kamu yang bekerja lembur dan bekerja pada malam hari membutuhkan makanan dan minuman tambahan berupa makanan selingan yang padat gizi untuk engurangi risiko kelelahan dalam bekerja.

Tips Penuhi Kebutuhan Gizi Saat Bekerja

tips penuhi kebutuhan gizi saat bekerja
Foto: Pixabay.com 

Berikut ini tips buat kamu supaya kebutuhan gizi terpenuhi saat bekerja :

  1. Makan makanan gizi seimbang dan sesuai kebutuhanmu. Tentunya sangat penting nih untuk mencukupi asupan makanan agar produktivitas kerjamu baik.
  2. Minum air yang cukup. Pekerja sangat rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan nih. Bisa saja karena kesibukan dan sering berada di lingkungan terbuka yang sering terpapar panas.
  3. Olahraga dan istirahat yang cukup. Walaupun sibuk, kamu juga perlu menyempatkan diri berolahraga supaya lebih bugar dan ngga mudah kelelahan.

Nah, Teman Sehat, itulah tips buat kamu cukupkan kebutuhan gizimu saat bekerja. Jangan memforsir tubuhmu saat bekerja ya, karena justru akan memperburuk kinerjamu nantinya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Pakar Gizi Indonesia. 2016. Ilmu Gizi Teori & Aplikasi. Jakarta : Penerbit Buku kedokteran EGC
https://egcmedbooks.com/buku/detail/2178/ilmu-gizi-teori-dan-aplikasi
Diakeses pada 22 April 2021

Ferlica dkk. 2020. Hubungan Aktivitas Fisik, Konsumsi Cairan, Status Gizi dan Status Hidrasi pada Pekerja Proyek. Jurnal Gizi UNIMUS : Vol 9 No 2
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jgizi/article/view/6461/5071
Diakses pada 22 April 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.