
Halo, Teman Sehat! Siapa yang ngga kenal es campur? Hidangan khas Indonesia ini sangatlah mudah ditemui, terlebih pada sore hari saat memasuki bulan suci Ramadhan. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat minuman fenomenal ini cocok sebagai hidangan berbuka. Nah, kamu penasaran ngga sih sama kandungan gizi yang ada dalam es campur? Yuk, lihat ulasan berikut!
Serba-serbi es campur
Sesuai dengan namanya, es campur memiliki isian yang bervariasi yakni cincau hitam, kelapa muda, kolang-kaling, mutiara, agar, alpukat, nangka, dan tak lupa es serut. Kamu juga bisa menambahkan bahan lain seperti rumput laut bahkan roti. Biasanya, sirup dan kental manis dipadukan sebagai pemanis es campur.
Cincau hitam
Berasal dari tanaman janggelan (Mesona palustris) yang dikeringkan lalu direbus, kemudian sarinya ditambah tepung sagu atau tapioka dan direbus kembali untuk membentuk gel. Pada sebuah pengujian in-vivo pada hewan, telah dibuktikan bahwa cincau hitam bisa digunakan untuk memulihkan diare, konstipasi dan mencegah peningkatan kolesterol. Tapi diantara beberapa manfaat tersebut, cincau hitam lebih dikenal masyarakat sebagai pereda panas dalam.
Kelapa muda

Daging buah kelapa muda mengandung omega 6 dan 9 cukup tinggi sehingga bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL). Teksturnya kenyal karena mengandung galaktomanan yang tergolong serat pangan larut. Kelapa muda juga mengandung protein asam amino glutamat yang dibutuhkan otak.
Kolang-kaling
Kolang-kaling merupakan biji setengah matang dari buah pohon aren (Arenga pinnata) yang telah dibakar atau direbus. Bahan yang paling mudah ditemui menjelang bulan Ramadhan ini kaya akan serat pangan, vitamin C, kalsium dan zat besi. Baik biji maupun air rebusannya bisa mengurangi nyeri akibat radang sendi, loh!
- Mutiara
Butiran kecil mutiara berwarna merah yang terbuat dari tepung sagu ini menjadi salah satu bahan khas dalam pembuatan es campur. Meski kandungan karbohidratnya mendekati beras, sagu unggul dalam hal serat, indeks glikemik yang rendah dan kaya pati resisten yang memiliki efek hipoglikemik.
Agar
Terbuat ekstrak rumput laut spesies Gracilaria yang direbus dengan air dan didiamkan semalaman hingga mengeras. Agar-agar mengandung serat larut air, kalsium, yodium dan zat besi yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah studi menunjukkan agar-agar rumput laut dapat meningkatkan hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia.
Alpukat dan buah-buahan lainnya

Buah-buahan umumnya mengandung vitamin, mineral dan serat pangan. Alpukat merupakan buah yang kaya asam lemak ngga jenuh dan rendah kalori sehingga bisa dijadikan cemilan saat diet.
Bahan utama yang digunakan pada es campur sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tapi pastikan jumlah pemanis yang ditambahkan ngga berlebih, ya. Kemenkes menganjurkan konsumsi gula harian ngga lebih dari 4 sdm/orang/hari atau setara dengan 50 gram/orang/hari.
Resep es campur (untuk 5 porsi)
Bahan:
- ½ blok cincau hitam, potong dadu
- 7 sdm kolang kaling
- 1 butir kelapa muda keruk/serut
- 10 sdm mutiara sagu
- 7 sdm agar, potong dadu
- 1 buah alpukat, keruk/potong kecil
- 6 biji sedang nangka masak, potong kotak kecil
- Es serut secukupnya
- 1 sdm sirup cocopandan
- 1 sdm kental manis
Cara membuat:
- Rebus cincau hitam, kolang kaling, sagu mutiara dalam panci terpisah.
- Masukkan semua bahan dalam wadah dan beri tambahan es serut secukupnya.
- Siram dengan sirup dan kental manis.
Kandungan gizi per porsi (NutriSurvey)
- Energi 276 kkal
- Protein 1,4 gram
- Lemak 11 gram
- Karbohidrat 43 gram
- Gula 5 gram
- Serat pangan 2,8 gram
Nah, setelah mengetahui manfaat salah satu minuman berbuka yang populer ini, apa kamu tertarik mencoba? Jangan lupa untuk share dan kirim ulasanmu di kolom komentar, ya Teman Sehat!
