4 Tantangan Kebiasaan Makan Generasi Z

Teman Sehat, generasi z atau generasi dengan usia 11-20, merupakan generasi yang akrab dengan perkembangan teknologi. Generasi ini mulai banyak menciptakan karya kreatif sesuai dengan perkembangannya. Tapi, generasi ini mudah lupa dengan kebiasaan makan, sehingga selalu berusaha mempersingkat waktu makan. Nah, perilaku ini ngga jarang menimbulkan masalah yang menjadi tantangan gizi generasi ini. So, penasaran apa aja tantangannya? Check it out!

1. Melewatkan makan berat

Waktu makan berat yang dianjurkan yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Waktu masuk yang terlalu pagi, disertai penggunaan gawai yang tinggi, membuat generasi z seringkali melupakan pentingnya sarapan. Menurut studi yang dilakukan oleh Univesity of Warmia and Mazury di Polandia, generasi z usia sekolah, melewatkan makan berat berupa sarapan dan makan siang beberapa kali selama seminggu.

Malah generasi z usia inilah yang cenderung berisiko mengalami obesitas sentral. Hal ini dikarenakan setelah melewatkan sarapan, remaja cenderung mengonsumsi makan berat yang padat energi. Meskipun begitu, masih banyak yang belum bisa mencukupi kebutuhan energi hariannya. Nah, apakah perlu dibuat aplikasi pengingat makan ya?

2. Diet ketat

Siapa yang ngga percaya diri dengan tubuhnya? Yap, ternyata masih banyak generasi z yang mengalami peer pressure karena ekspektasi pada bentuk tubuh. Terutama pada remaja perempuan yang akan berusaha makan sedikit mungkin agar berat badannya ngga bertambah.

Mereka sangat takut dengan hal ini, sehingga rela menciptakan kebiasaan diet ketat atau dalam istilah medis disebut anoreksia. Padahal kegiatan ini bisa berbahaya bagi organ tubuh yang ngga mendapatkan cukup gizi untuk bekerja. Parahnya lagi, ‘hukuman’ akan diberikan pada diri sendiri dengan aktivitas fisik yang berat maupun meminum obat pencahar. Ingat ya, Teman Sehat ngga selamanya kurus itu cantik, ya!

3. Jatuh hati dengan junk food

Junk food sering diartikan dengan makanan dan minuman padat energi tapi sangat kurang zat gizi lainnya. Fokus makanan ini yaitu mudahnya akses mendapatkannya dalam genggaman tangan. Nah, satu hal yang sering dilupakan pada makanan jenis ini yaitu minuman bersoda.

Minuman yang dilengkapi dengan kandungan HFS (High-Fructose Syrup) ini, mengandung tinggi energi. Minuman tinggi energi yang dikonsumsi lebih dari 4 kali dalam seminggu, memiliki risiko bagi tubuh, loh! Salah satunya dikaitkan dengan kesehatan mental yang memburuk, seperti gangguan tidur, depresi, bahkan percobaan bunuh diri, loh!

4. Snacking yang ngga wajar

Snacking merupakan istilah untuk konsumsi makan ringan di antara waktu makan berat. Snacking ngga selalu buruk, tapi kalau berlebihan, bisa berpengaruh bagi kesehatan. Remaja yang melewatkan makan berat cenderung snacking lebih banyak. Biasanya saat pulang sekolah sambil menonton TV, mengerjakan pekerjaan rumah, maupun saat hangout dengan teman.

Kebiasaan ini bisa terjadi karena mudahnya mengakses camilan dan paparan media dengan iklan yang menggoda generasi ini. Nah, kamu bisa mengganti kebiasaan ngemil dengan makanan sehat yang ngga membosankan seperti, salad, rujak, buah potong maupun gorengan dengan minyak yang ngga dipakai berulang kali.

Teman Sehat, seharusnya 4 tantangan ini manjadi refleksi bagi generasi z untuk mengembangkan pola hidupnya sendiri. Kebiasaan saat muda diprediksi akan menjadi kebiasaannya pula saat dewasa. Nah, inilah yang sering menjadi penentu status gizi dan faktor risiko penyakit nanti. Yuk, hadapi tantangan ini dengan baik! Jangan lupa komen dan share artikel ini, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.