Halo Sahabat Sehat! Anemia adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan kadar hemoglobin atau sel darah merah kurang dari normal. Gejala paling umum adalah “5L”, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai.
Banyak faktor yang bisa menyebabkan anemia, seperti defisiensi zat besi, perdarahan berlebihan, penyakit kronis, atau pola makan. Nah, sebenarnya ada salah satu kebiasaan yang bisa dilakukan untuk menghindari anemia. Yap, dengan sarapan!

Anemia tidak bisa dianggap sepele
Anemia di Indonesia termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat kategori sedang. Dikutip dari laman Global Nutrition Report, data terakhir 2018 anemia masih berwarna oranye, artinya bisa jadi perbaikan anemia di Indonesia tidak ada kemajuan atau bahkan malah memburuk, khususnya pada wanita usia subur atau antara 15 hingga 49 tahun.
Anemia bisa menyebabkan dampak jangka pendek juga jangka panjang, khususnya remaja perempuan yang merupakan calon ibu yang nantinya akan melahirkan. Anak yang lahir dari ibu anemia lebih berisiko mengalami masalah, seperti berat badan lahir rendah, mengalami anemia, dan lahir prematur. Anemia dapat membuat penderitanya mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, menurunkan prestasi akademik, menurunkan produktivitas, bahkan bisa menurunkan IQ hingga 12 poin.
Apakah melewatkan sarapan berisiko anemia?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak sarapan, terburu-buru berangkat kerja atau sekolah, sudah terbiasa tidak sarapan, tidak sempat menyiapkan sarapan, atau faktor lingkungan sekitar, khususnya keluarga.

Sarapan merupakan makan pagi yang baik untuk mempersiapkan tubuh sebelum beraktivitas. Bayangkan jika kamu melewatkan sarapan, tubuh bisa mengalami gangguan dalam memproduksi hemoglobin dan berisiko anemia. Sahabat Sehat, sarapan itu berkontribusi memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi tubuh sekitar 25 hingga 30%, loh.
Studi oleh Ekasanti dalam jurnal Amerta Nutrition di tahun 2020 menunjukkan, remaja perempuan yang sarapan kadang-kadang saja, memiliki risiko lebih besar mengalami anemia dibandingkan remaja perempuan yang sering sarapan. Jadi, yakin masih mau melewatkan sarapan?
Tips sarapan sehat
Pastikan sarapan dengan menu bergizi seimbang. Ada makanan pokok, ngga harus berupa nasi, kamu bisa konsumsi sumber karbohidrat seperti kentang, ubi, roti, jagung, atau yang lainnya. Kemudian, ada lauk hewani dan nabati, seperti telur, ikan, daging, tempe, atau tahu. Jangan lupa untuk makan sayur dan buah setidaknya 100 gram sekali makan. Jangan lupa untuk selalu terhidrasi dengan minum air putih.
Sebenarnya bukan sarapan saja yang perlu dipenuhi dengan menu sehat, karena anemia ngga hanya berkaitan dengan sarapan, melainkan segala makanan yang dikonsumsi bisa menjadi faktor kejadian anemia. Jadi pastikan konsumsi makanan dengan komponen lengkap setiap saat, serta dengan jenis makanan yang bervariasi.
Tubuh diibaratkan mesin yang butuh bahan bakar supaya bisa digunakan. Kalau bahan bakar yang digunakan tepat jumlah dan kualitasnya, maka mesin bisa digunakan dengan aman dan nyaman. Begitu pula tubuh Sahabat Sehat yang butuh makanan yang tepat, baik dari kualitas maupun kuantitas agar tetap bekerja dan sehat. Cegah anemia dan jangan lupa sarapan, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
