Sahabat Sehat, sebagian besar lansia memiliki kesehatan mental yang baik. Akan tetapi, bukan berarti mereka terbebas dari permasalahan kesehatan mental. Menurut WHO, sebanyak 15% lansia berusia lebih dari 60 tahun mengalami gangguan mental. Jumlah ini diprediksi akan meningkat hampir empat kali dari total 4 juta pada tahun 1970 menjadi 15 juta pada 2030. Permasalahan kesehatan mental apa saja yang bisa terjadi pada lansia? Yuk, simak penjelasan berikut!

Masalah kesehatan mental pada lansia
Masalah kesehatan mental yang paling umum muncul pada lansia adalah depresi yang dialami oleh 5% lansia di dunia. Selain itu, masalah lain yang banyak terjadi pada lansia yakni gangguan kecemasan, kognitif, dan afektif, serta konsumsi alkohol dan zat berbahaya.
Terdapat beberapa tanda yang bisa menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental pada lansia, seperti mengalami perubahan mood, pola makan, dan kebiasaan tidur. Mereka memiliki kecenderungan menarik diri dari orang lain maupun aktivitas yang biasanya dilakukan. Selain itu, mereka bisa merasa lebih bingung, pelupa, pemarah, agresif, khawatir, takut, sedih, ngga berdaya, dan ngga peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka juga bisa merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan lebih banyak daripada biasanya.
Sayangnya, gangguan kesehatan mental pada lansia cenderung kurang teridentifikasi, baik oleh tenaga kesehatan maupun oleh lansia sendiri. Terlebih lagi, adanya stigma terkait gangguan kesehatan mental menyebabkan lansia enggan mencari pertolongan. Padahal, apabila ngga ditangani, gangguan kesehatan mental pada lansia dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan kemampuan mereka menjalani kehidupan sehari-hari.
Faktor penyebabnya
Munculnya gangguan kesehatan mental pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya, yaitu keharusan beradaptasi terhadap kemampuan fisik mereka yang semakin menurun. Lansia cenderung mengalami penurunan mobilitas, mengalami penyakit kronik, dan permasalahan kesehatan lainnya. Hal ini membuat kemandirian lansia menurun, hingga terkadang memerlukan perawatan jangka panjang yang bisa menimbulkan tekanan psikologis.
Ngga hanya itu, kejadian seperti kehilangan orang terkasih, berkonflik dengan anggota keluarga, serta merawat pasangan yang mengalami disabilitas fisik dapat memicu gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Selain itu, penurunan harga diri serta status sosioekonomi akibat memasuki masa pensiun juga bisa berpengaruh. Akibatnya, lansia kemudian dapat merasa terisolasi dan kesepian.
Cara merawat kesehatan mental lansia
Terdapat banyak hal yang bisa dilakukan oleh lansia untuk merawat kesehatan mental, diantaranya.

Sibukkan diri untuk mengisi waktu
Melakukan hobi atau mencoba aktivitas baru bisa membantu lansia mengatasi perubahan rasa percaya diri, kehidupan sosial, dan keamanan finansial yang terjadi selepas pensiun dari pekerjaan.
Tetap terhubung dengan orang terdekat
Menjaga komunikasi dengan keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan orang baru dapat membantu lansia mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi atau sekadar untuk bernostalgia.
Menjaga kesehatan tubuh
Lansia dapat menjaga kesehatan tubuh mereka dengan melakukan aktivitas fisik, melakukan aktivitas yang mengasah pikiran, tidur cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Menjaga kesehatan mental lansia ngga kalah penting dengan menjaga kesehatan mental remaja maupun dewasa. Semoga informasi ini dapat membantu Sahabat Sehat merawat kesehatan mental lansia di sekelilingmu, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
