Halo Sahabat Sehat! Sudah tahu tentang superfood? Istilah ini seringkali digunakan untuk hal yang lebih spesifik, seperti untuk menurunkan berat badan dan lain sebagainya. Sebenarnya apa itu superfood? Yuk simak penjelasan berikut.

Apa itu superfood?
Superfood ngga hanya mengarah pada satu makanan saja, tetapi istilah ini juga digunakan untuk menyebut sekumpulan produk pangan dengan kandungan gizi tinggi yang punya manfaat utama untuk kesehatan, misalnya buah dan sayur kaya antioksidan, atau makanan tinggi DHA untuk ibu hamil.
Pengertian superfood juga bisa berbeda, tergantung untuk siapa superfood itu dikonsumsi. Contoh, menurut Tompunu, superfood untuk bayi merupakan makanan yang tidak hanya mengandung zat gizi makro dan mikro, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah sakit dan perkembangan otak bayi.
Contoh superfood
Contoh superfood sebenarnya juga akan berbeda. Misal untuk bayi, maka superfood bisa berupa ASI, makanan sumber asam folat dan zat besi. Beberapa produk kemasan di pasaran juga sudah ada yang berlabel sebagai superfood, misal daun kale, spirulina, atau biji-bijian yang masing-masing punya tujuan berbeda,
Jurnal Cogent Food & Agriculture melansir daun kale (Brassica oleracea acephala) dikenal sebagai jenis sayur yang kaya serat, antioksidan, vitamin, mineral potasium, kalsium, karbohidrat prebiotik, dan asam lemak tak jenuh. Sehingga daun kale bermanfaat untuk menekan risiko penyakit arteri koroner, anti-inflamasi, menghambat zat karsinogenik, dan lain-lain.

Sama halnya dengan daun kale, spirulina juga kaya gizi, menurut hasil publikasi Trends in Food Science & Technology spirulina mengandung asam amino esensial, lipid, protein, vitamin, mineral dan antioksidan. Spirulina juga dianggap sebagai suplemen untuk mengatasi malnutrisi. Sedangkan produk biji-bijian yang bertujuan sebagai superfood untuk mengontrol gula darah.
Catatan penting berkaitan dengan superfood
Istilah superfood sebenarnya bisa juga menimbulkan kesalah pahaman, bagaimana bisa? Sebutan ini memang untuk menyebut makanan kaya gizi dan membuat kesan makanan lebih sehat, namun hal ini bisa disalahgunakan untuk menaikkan penjualan dengan makanan yang sebenarnya tidak terlalu ‘super’.
Apakah superfood benar-benar ‘super’? Tiap makanan tentunya punya keunggulan gizi masing-masing, contoh hati ayam punya zat besi tinggi yang cocok untuk meningkatkan hemoglobin penderita anemia, tapi hati ayam bisa jadi larangan untuk penderita hipertensi karena natrium dan kolesterolnya bisa meningkatkan tekanan darah. Super atau ngga super tergantung untuk siapa dan apa tujuannya untuk kesehatan ya, Sahabat Sehat.
Jadi, Sahabat Sehat sudah lebih mengenal apa itu superfood kan? Konsumsi superfood bukan berarti melupakan lainnya, pola makan gizi seimbang dan makanan yang beragam juga tetap perlu diperhatikan, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
