Sahabat Sehat, berbicara menganai Imlek 2022 yang jatuh pada 1 Februari tentunya ngga bisa terlepas dari mooncake (kue bulan). Kue cantik ini merupakan makanan tradisional yang didedikasikan untuk merayakan Festival Bulan. Mooncake menjadi bagian dari tradisi penting keturunan etnis Tionghoa dan memiliki filosofi yang mendalam.
Filosofi Mooncake
Mooncake berbentuk bulat dan biasanya berukuran antara 5-10 cm dengan tinggi hingga 5 cm. Mayoritas mooncake memiliki kulit pastry dengan filling manis dan padat. Mooncake biasanya dipanggang, meski ada juga yang disajikan dikukus atau digoreng, tetapi sangat jarang.

Dalam budaya Tionghoa, bentuk bulat melambangkan kelengkapan dan kebersamaan. Bulan yang penuh melambangkan kemakmuran dan reuni seluruh keluarga. Seringkali di atas kue terdapat karakter Mandarin ‘panjang umur’ ataupun ‘harmoni’. Moooncake merupakan pelengkap perayaan bulan panen di langit malam saat Festival Pertengahan Musim Gugur.
Mooncake bukan sekedar makanan, melainkan tradisi budaya sangat erat dari lubuk hati orang Tionghoa, melambangkan perasaan spiritual. Festival Pertengahan Musim Gugur, menjadi waktu yang tepat untuk makan kue bulan bersama keluarga, atau membagikannya kepada kerabat atau teman untuk mengungkapkan cinta dan harapan terbaik.
Resep
Di negara asalnya, resep mooncake sangatlah bervariasi. Menurut daerah dan rasanya, kue bulan diklasifikasikan menjadi gaya Guangdong, gaya Beijing, gaya Suzhou, dan daerah lainnya. Mooncake ala Guangdong awalnya berasal dari Guangzhou, namun kini sudah diproduksi di seluruh negeri, terutama di Guangdong, Hong Kong, Shanghai, Jiangxi, dan Zhejiang. Mooncake jenis ini menguasai lebih dari 70% total pasar mooncake di Tiongkok.
Kulit mooncake dibuat dari tepung terigu, sirup invert, minyak sayur, dan kanshui (larutan air dari abu tanaman) atau bisa diganti dengan air alkali untuk produksi skala besar. Isian mooncake bervariasi mulai dari biji-bijian (wijen, almond, kenari), buah-buahan (kelapa parut, nanas, pisang, kulit jeruk), sayuran (jamur, talas), telur, daging (sosis, daging panggang) dan seafood (abalone, sirip hiu).

Kandungan zat gizi
Studi Yang et al. pada 45 jenis mooncake dengan berbagai macam filling dari 17 merk di area Guangzhou, menemukan mooncake ala Guangdong memiliki kadar air 15,9-19,16%, gula pereduksi total 32,06-43,12%, protein 5,35-9.06%, dan lemak kasar 3,72-18,74% dan energi 930.52-1403.30 kJ/100 g belum termasuk pati. Kue bulan ala Guangdong memiliki kadar air dan gula yang tinggi, tetapi ngga selalu tinggi lemak. Gula yang digunakan biasanya berupa sukrosa, glukosa, dan fruktosa.
Perkembangan Mooncake
Sekarang ini berbagai varian rasa mooncake bisa ditemui. Mulai dari rasa yang klasik yang berisikan campuran lima jenis kacang dengan babi panggang. Hingga rasa populer seperti berisikan pasta kacang merah, kuning telur asin, biji teratai, kacang dan buah-buahan, cokelat, es krim, krim keju dan isi pasta rumput laut. Ada juga rasa yang mengikkuti tren kekinian seperti matcha, durian, charcoal dan red velvet.
Adonan kulit mooncake seringkali dibuat dengan menambahkan minyak babi (lard). Tingginya jumlah warga Muslim membuat produsen mooncake di Indonesia turut membuat kue bulan secara halal. Jadi, pastikan bagi Sahabat Sehat yang Muslim membeli mooncake dengan logo halal MUI di kemasannya, ya.
Selamat Tahun Baru Imlek, bagi Sahabat Sehat yang merayakan!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
