Ancaman Bacillus cereus pada Makanan Leftover

Sahabat Sehat, mengonsumsi kembali makanan sisa yang ngga habis dalam sekali makan atau yang biasa disebut leftover masih menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan isu food waste dan food safety. Makanan leftover menjadi sorotan dikarenakan kemungkinan kontaminasi bakteri, salah satunya Bacillus cereus.

ancaman bacillus cereus pada makanan sisa
Foto: Pexels.com

Apa itu Bacillus cereus?

Bacillus cereus (B. cereus) adalah bakteri gram-positif, aerobik-fakultatif, pembentuk spora yang terdistribusi luas di lingkungan dan memiliki hubungan fenotipik dan genetik (16S rRNA) yang erat dengan beberapa spesies Bacillus lain, terutama B. anthracis.  Bakteri ini ditemukan di tanah, sayuran, makanan mentah dan olahan, serta menjadi spesies Bacillus paling umum ditemui pada infeksi oportunistik termasuk infeksi mata pasca trauma, endokarditis, dan bakteremia.

Patogenitas B. cereus

Meski banyak kasus B. cereus dikaitkan dengan keracunan makanan, semakin banyak laporan B. cereus menjadi penyebab infeksi traktus non-gastrointestinal serius dan berpotensi fatal. Patogenisitas B. cereus, baik pada usus atau non-intestinal, terkait erat dengan produksi eksoenzim yang merusak jaringan. Di antara racun yang disekresikan terdapat empat hemolisin, tiga jenis fosfolipase, dan satu toksin yang menginduksi emesis, dan protease.

Tiga toksin terkait keracunan makanan adalah racun nekrotik (enterotoksin labil panas), cereolysin, dan fosfolipase C (lecithinase yang kuat). Gastroenteritis yang disebabkan oleh B. cereus dimediasi oleh salah satu dari dua enterotoksin yang diproduksinya.

Keracunan B. cereus dapat terjadi ketika makanan dimasak dan disimpan tanpa adanya refrigerasi (penyimpanan suhu dingin) yang memadai beberapa jam sebelum disajikan, dengan B. cereus mencapai> 106 sel/g. Kasus keracunan B. cereus yang pernah terjadi diantaranya daging dan sayur masak, susu, nasi sisa dan nasi goreng, saus vanila, custard, sup, dan kecambah sayuran mentah.

Indikasi Keracunan B. cereus

ancaman bacillus cereus pada makanan sisa
Foto: Pixabay.com

Gejala emetik

Indikasi emetik terjadi pada kasus konsumsi beras terkontaminasi. Sebagian besar bakteri terbunuh selama pemasakan awal nasi, tetapi spora tahan panas bertahan hidup. Jika nasi yang dimasak tidak didinginkan, spora akan bergerminasi, dan bakteri berkembang biak dengan cepat. Enterotoxin stabil panas yang telah dirilis ngga bisa dimusnahkan meski nasi dipanaskan kembali.

Bentuk emetik adalah keracunan yang disebabkan konsumsi enterotoksin dan bukan bakteri. Periode inkubasi setelah konsumsi nasi terkontaminasi pendek (1-6 jam), dan durasi penyakit juga pendek (kurang dari 24 jam). Gejalanya seperti muntah, mual, dan kram perut. Namun, tidak diikuti oleh demam dan diare.

Gejala diare

Diare akibat keracunan B. cereus adalah infeksi sejati, diakibatkan konsumsi bakteri pada daging, sayuran, atau saus. Terdapat periode inkubasi panjang, di mana organisme berlipat ganda di saluran usus, dan merilis enterotoksin labil panas. Enterotoksin mengakibatkan diare encer, mual, dan kram perut.

Pencegahan dan Kontrol B. cereus

Pencegahan keracunan B. cereus dilakukan dengan prosedur penanganan makanan yang tepat. Daging dan sayuran ngga boleh disimpan pada suhu 10 – 45°C untuk waktu lama, dan beras yang disimpan semalam setelah dimasak harus didinginkan dan ngga disimpan pada suhu kamar.

Orang dengan keracunan makanan B. cereus membutuhkan penanganan medis secepatnya. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu cepat tanggap apabila menemukan gejala seperti yang disebutkan di atas. setelah mengonsumsi makanan sisa atau leftover.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Aryal, S. 2020. Bacillus Cereus- An Overview. https://microbenotes.com/bacillus-cereus/. Diakses 5 Juni 2022.

Bottone, E. J. 2010. Bacillus cereus, a volatile human pathogen. Clinical microbiology reviews, 23(2), 382–398. https://doi.org/10.1128/CMR.00073-09

Suss, J. 2016. Here’s What You Should Know About Reheating Leftovers And Your Health. https://www.simplemost.com/reheated-leftovers-bad-health-myths-facts/. Diakses 5 Juni 2022.

Tallent, S.M, Knolhoff, A., Rhodehamel, E.J., Harmon , S.M, and Bennett, R.M. 2021. BAM Chapter 14: Bacillus cereus. https://www.fda.gov/food/laboratory-methods-food/bam-chapter-14-bacillus-cereus. Diakses 5 Juni 2022.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.