Sorgum, Serealia Pengganti Gandum dan Beras

Serelia merupakan tanaman yang bisa diolah menjadi makanan berkarbohidrat tinggi dari bulir atau bijinya. Tanaman ini tumbuh subur di Indonesia dan menghasilkan banyak karbohidrat, vitamin, dan serat, sehingga dapat menjadi alternatif pengganti beras putih.

Selain membuatnya menjadi nasi sorgum, Sahabat Sehat bisa mengolahnya menjadi sereal, roti, dan bubur. Sorgum juga menjadi makanan pokok untuk diet bagi beberapa orang karena kandungan seratnya tinggi dan terdapat tambahan zat gizi yang ngga ada pada sumber karbohidrat lainnya.

tanaman sorgum
Foto: Pixabay.com

Kandungan Zat Gizi dalam Sorgum

Setiap orang memerlukan makanan bergizi seimbang setiap hari. Kebutuhan tersebut bisa diperoleh dengan mengonsumsi sorgum yang bijinya seperti jagung, tetapi ukurannya lebih kecil. Berdasarkan fakta gizi pada laman Data Komposisi Pangan Indonesia, sorgum seberat 100 gram mengandung 366 kalori energi, 73 karbohidrat, 11 gram protein, 3.3 gram lemak, 1.2 gram serat, 249 mg kalium, 287 mg fosfor, 2.8 mg niasin, 4.4 mg zat besi, 0.09 mg vitamin B1 (tiamin), dan 0.14 vitamin B2 (riboflavin).

Selain berpotensi sebagai sumber karbohidrat pengganti beras dan gandum, sorgum juga mempunyai kandungan protein yang tinggi sehingga bisa membantu penuhi kebutuhan protein harian. Uniknya, biji sorgum ini ngga mengandung gluten, sehingga aman untuk orang yang alergi terhadap gluten.

Manfaat Sorgum untuk Kesehatan

Sorgum yang belum banyak dikenal dan dikonsumsi ternyata mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan. Penasaran seperti apa? Simak beberapa manfaat sorgum berikut ini.

sereal dari sorgum
Foto: Pexels.com

Menjaga berat badan

Sorgum memang cocok untuk Sahabat Sehat yang sedang menjalani program diet. Pasalnya, konsentrasi serat dalam sorgum terbilang tinggi dibandingkan tanaman serealia lainnya. Kandungan serat yang tinggi membuat rasa kenyang lebih lama, sehingga mengontrol keinginan untuk makan. Menurut studi tahun 2019 di Journal of Nutrition menunjukkan bahwa diet makanan yang tinggi serat bisa membantu orang dengan berat badan berlebih untuk mencapai berat badan ideal.

Mengontrol kadar gula dalam darah

Setiap makanan yang mengandung karbohidrat tentu memengaruhi kadar gula darah. Kandungan pati dalam sorgum mempunyai susunan lebih kompleks dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, sehingga sulit terurai saat dicerna dan membuatnya tak cepat dilepas jadi glukosa. Jadi, sorgum aman dikonsumsi penderita diabetes karena mengontrol kadar gula darah tetap normal.

Menjaga kadar kolesterol

Sorgum mengandung zat lipid yaitu policosanol yang menghambat sintesis kolesterol berlebih. Zat tersebut secara signifikan menurunkan kolesterol (plasma non-HDL) dalam darah, sehingga berkhasiat menjaga supaya kadar kolesterol ngga cepat meningkat.

Menjaga kesehatan pencernaan

Sorgum mengandung banyak serat, sehingga memperlancar proses pencernaan secara menyeluruh. Makanan berserat tinggi ini juga menjaga kesehatan saluran pencernaan agar terhindar dari gangguan pencernaan yaitu sembelit.

Meredakan radang atau bengkak

Sorgum mengandung polifenol yaitu asam fenolat yang merupakan zat antiinflamasi, sehingga mengatasi peradangan. Oleh sebab itu, sorgum membantu proses penyembuhan luka berupa peradangan atau pembengkakan.

Solusi bagi penyakit celiac

Sorgum menjadi solusi sumber karbohidrat yang aman untuk penderita penyakit celiac. Dengan sumber kalori yang bebas gluten, sorgum bisa dikonsumsi sebagai alternatif makanan pokok bagi orang yang sensitif pada kandungan protein gluten.

Mencegah pertumbuhan sel kanker

Tannin sebagai penyusun pigmen dalam sorgum mempunyai kemampuan menghambat pembentukan enzim yang memicu pertumbuhan sel kanker payudara. Adapula asam fenolat pada sorgum yaitu 3-Deoxyanthocyanidins (3-DXA) yang berperan menghancurkan sel kanker di tubuh manusia dan berpotensi mengurangi risiko kanker usus. Biasanya, asam fenolat banyak ditemukan pada sorgum berwarna hitam.

Itulah beragam manfaat mengonsumsi sorgum untuk kesehatan, meskipun faktanya masih sedikit masyarakat yang mengonsumsi. Rendahnya konsumsi tersebut dikarenakan sorgum mengandung tannin yang menimbulkan warna kusam serta rasa sedikit sepat, sehingga kurang disukai. Solusinya, bisa dengan merendam sorgum selama 36-72 jam. Bagaimana Sahabat Sehat, tertarik untuk beralih ke sorgum?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Agronet.co.id. 2021. Sorgum, Alternatif Pangan yang Kaya Manfaat. https://www.agronet.co.id/detail/indeks/sehat/6682-Sorgum-Alternatif-Pangan-yang-Kaya-Manfaat. Diakses pada 26 Agustus 2022.

Kemala, Fidhia. 2021. Mengenal Sorgum, Si “Pengganti Nasi” dengan 6 Khasiatnya untuk Kesehatan. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-sorgum/. Diakses pada 26 Agustus 2022.

Indonesia.go.id. 2019. Sorgum, Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat. https://indonesia.go.id/kategori/pariwisata/1156/sorgum-pengganti-nasi-yang-kaya-manfaat?lang=1. Diakses pada 26 Agustus 2022.

Rifdah, Aghniya Nailah. 2020. 3 Serealia Lokal Kaya Manfaat Pengganti Beras! Udah Coba? https://linisehat.com/3-serealia-lokal-kaya-manfaat-pengganti-beras-udah-coba/. Diakses pada 26 Agustus 2022.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.