Sahabat Sehat, produk kecantikan mengandung hatomugi atau jelai mungkin sudah tidak asing untuk kamu. Tapi, tahukah kamu serealia yang juga bisa dikenal sebagai hanjeli ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat? Yuk kenalan dengan hanjeli yang digadang baik buat kesehatan tubuh dan kulit.

Apa itu jelai?
Jelai (Coix lacyma–jobi L.) adalah tumbuhan serealia dari suku padi-padian atau Poaceae dan berada dalam satu rumpun dengan jagung dan sorghum, yakni rumpun Adropogoneae. Selain jelai, tanaman ini juga memiliki berbagai sebutan seperti adlay, job’s tear, mayuen (Tiongkok), dan hatomugi (Jepang).
Di Indonesia, jelai dikenal dengan sebutan hanjeli, jali, japen, adan enjelai. Bagi masyarakat Dayak, jelai merupakan tanaman yang bernilai budaya dan banyak digunakan dalam berbagai acara adat.
Kelebihan jelai
Sebagai edible grains, hanjeli dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi pangan terutama sebagai sumber karbohidrat. Di Kutainegara, dilakukan pengembangan plasma nutfah tanaman jelai sebagai pangan alternatif potensial. Hal ini dikarenakan jelai merupakan tanaman yang adaptif pada lahan kering. Selain itu, jelai juga termasuk tanaman menahun (perennial) sehingga bisa dipanen beberapa kali dalam setahun untuk memastikan stoknya tersedia.
Dua varietas yang ditanam di Indonesia. Pertama, Coix lacryma-jobi var. lacryma-jobi yang bercangkang keras berwarna putih, berbentuk oval dan digunakan sebagai manik-manik. Kedua, ada Coix lacryma-jobi var. mayuen yang biasanya dikonsumsi dan digunakan sebagai herbal dalam pengobatan Tiongkok.
Kandungan Gizi Jelai
Dalam 100 g jelai terkandung energi 1506 kkal dengan kadar air 15%, karbohidrat 76,4%, protein 14,1%, lemak 7,9%, dan serat 0,9%, kalsium 54 mg, zat besi 0,8 mg, dan vit.B1 0,48 mg. Dalam bijinya terkandung protein yang berupa asam amino tirosin, arginin, histida, asam glutamat, lysin dan leusin. Ada pula kandungan lemak esensial berupa asam lemak miristat dan palmitat, serta kaya akan asam oleat dan asam linoleat.

Pemanfaatannya
Jelai dimanfaatkan sebagai herbal tradisional Tiongkok karena mengandung anodin, anti-inflamasi, antipiretik, antiseptik, antispasmodic, hipoglikemik, hipotensif, dan sedatif. Di Korea dan Tiongkok, hanjeli dimanfaatkan untuk pembuatan alkohol. Okroju adalah jenis minuman beralkohol hasil fermentasi dengan campuran beras. Selain itu, biasanya juga dimasak sebagai sup dan bubur di Jepang dan Thailand.
Potensi lainnya, juga bisa dimanfaatkan sebagai campuran beras, campuran makanan sereal lainnya, misalnya campuran havermut (oatmeal). Masyarakat Jawa Barat menggunakan jelai sebagai bahan makanan dan mengolahnya menjadi bubur, tape dan dodol.
Hanjeli tidak mengandung gluten sehingga cocok bagi penderita celiac disease. Potensi tepung hanjeli sebagai substitusi tepung terigu karena memiliki pH yang mirip dengan tepung terigu antara 4,75-5,75 dan mengandung amilosa 19,97%. Tepung jelai bisa diaplikasikan pada berbagai hidangan seperti brownies, biskuit, cake, dan produk olahan lainnya. Bukan cuma itu, tepunya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk MPASI.
Gimana Sahabat Sehat, tertarik ngga buat mencoba jelai?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
