Penyakit refluks gastroesofageal atau GERD merupakan masalah kesehatan yang terjadi akibat refluks atau naiknya asam lambung ke dalam esofagus. Bukan hanya kebiasaan makan yang buruk, hasil penelitian menunjukkan bahwa refluks juga berkaitan erat dengan kondisi mental seseorang.
Akhir-akhir ini, pemuda, khususnya Gen Z banyak yang mengeluhkan kondisi tersebut. Tidak heran, jika dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental, stres atau isu penyakit mental saat ini memang menjadi perhatian karena prevalensinya meningkat di kalangan anak muda.

Stres Menyebabkan GERD
Beberapa penelitian melaporkan bahwa GERD meningkat pada orang yang sedang stres. Hal ini karena stres dapat mempengaruhi sensitivitas esofagus. Suatu penelitian yang dilakukan dengan subjek orang sehat, peneliti memberikan sebuah hormon kepada subjek melalui infus intravena, yakni corticotropin-releasing hormone (CRH), hormon yang berperan ketika seseorang sedang dalam kondisi stres.
Peneliti menemukan bahwa dilepaskannya CRH pada orang yang sedang stres meningkatkan sensitivitas esofagus, sehingga risiko GERD meningkat. Penelitian lain juga menemukan bahwa orang dengan stres sedang hingga tinggi 1,95 kali lebih mungkin mengalami gejala refluks asam lambung daripada orang dengan stres rendah.
Bahaya GERD
GERD dapat menimbulkan berbagai masalah fisiologis seperti penyakit asam lambung, kesulitan menelan, radang tenggorokan, batuk kronis, rasa terbakar di dada, nyeri perut), serta memperparah masalah psikososial seperti depresi, anxiety, perilaku maladaptasi, dan gangguan tidur. Semua masalah ini berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup. Bila penyakit ini tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyempitan esofagus, perdarahan gastrointestinal, dan adenokarsinoma esofagus.

Jalani Rutinitas yang Lebih Sehat
Mengurangi tingkat stres dan respons tubuh terhadap stres dapat membantu mengurangi gejala GERD. Kurangi stres dengan memperbaiki rutinitas harian, seperti rutin berolahraga, tidur yang cukup, melakukan hobi, menjalankan ibadah, membangun dan menjaga hubungan yang lebih sehat dengan orang sekitar, melakukan kegiatan menenangkan, dan lain-lain. Selain itu, tetap menjaga pola makan dengan menjauhi makanan dan minuman yang dapat memicu naiknya asam lambung.
