Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu merasa badanmu terlalu gemuk atau terlalu kurus? Kamu bisa mencari tahu status gizimu dengan cara mengukur indeks massa tubuh (IMT). Tapi sebelumnya, apakah kamu familiar dengan indeks masa tubuh? Yuk, ketahui apa itu indeks massa tubuh dan kaitannya dengan kesehatan.

Indeks Massa Tubuh
Indeks massa tubuh adalah cara untuk memperkirakan status gizi seseorang dengan membandingkan nilai berat badan (kg) dan tinggi badan dalam meter kuadrat (m²). IMT dapat digunakan untuk mengetahui kelebihan berat badan dan kejadian obesitas pada laki-laki maupun perempuan dewasa. Pemantauan status gizi secara teratur dengan menjaga IMT tetap berada dalam rentang normal dapat mencegah kamu terhindar dari risiko penyakit, seperti diabetes, jantung, penyakit kronis, bahkan kematian. Cara pengukuran IMT yang benar dapat menggunakan rumus berikut:
Kamu juga dapat mengunjungi laman Cek Status Gizi Linisehat (klik di sini) untuk mengetahui status gizimu dengan lebih mudah. Hasil dari perhitungan indeks massa tubuh (IMT) dapat di klasifikasikan dalam beberapa kategori, simak dan pahami klasifikasi status gizi pada tabel berikut.
Klasifikasi WHO
Klasifikasi Kemenkes
Sahabat Sehat, berdasarkan klasifikasi di atas kamu tergolong yang mana? Jika status gizimu tergolong obesitas, kamu perlu pahami lebih lanjut tentang obesitas karena obesitas berbahaya lho buat kesehatan.
Apa itu Obesitas?
Tahukah kamu kejadian obesitas pada orang dewasa di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya? Berdasarkan Sirkesnas (2016) menunjukan angka obesitas yang belum terkendali yaitu obesitas IMT ≥25 sebesar 33.5% dan obesitas IMT ≥27 sebesar 20.7%. Penelitian National, Regional and Global Trends in Adulst Overweight and Obesity Prevalences memprediksi pada tahun 2030 sebanyak 38% populasi dewasa dunia akan mengalami kelebihan berat badan dan sebanyak 20% mengalami obesitas. Yuk, kenali bahaya obesitas terhadap kesehatan dan tips pencegahannya!

Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih akibat tidak seimbangnya asupan dan energi yang digunakan dalam waktu lama. Ketidakseimbangan energi terjadi karena kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang tidak benar, seperti pemilihan jenis dan jumlah makan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, serta durasi dan kulitas tidur yang buruk. Sebuah penelitian yang diunggah dalam Journal of the American Association of Nurse Practitioners, menyatakan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti kanker, jantung, gastrointestinal, diabetes, hipertensi, stroke, gangguan pernapasan, depresi, dan penyakit tidak menular lainnya.
Tips Cegah Obesitas
Sahabat Sehat, ada beberapa hal yang dapat kamu terapkan untuk mencegah terjadinya obesitas, yaitu dengan mengonsumsi pangan beragam, cukup sayuran hijau dan berwarna, tidak merokok dan minum minuman beralkohol, meningkatkan konsumsi karbohidrat kompleks dan membatasi konsumsi karbohidrat sederhana, membatasi konsumsi gorengan dan lemak trans, menerapkan jam makan terjadwal dengan makan teratur, porsi kecil, dan frekuensi sering (sarapan, selingan, makan siang, selingan, makan malam), menghindari konsumsi minuman manis dan bersoda, melakukan aktivitas fisik atau olahraga teratur (minimal 150 menit/minggu atau 3-5 kali per minggu selama 30-50 menit per sesi), dan terakhir menimbang berat badan dan mengukur lingkar pinggang secara teratur.
Nah, sekarang kamu sudah mengerti cara mengukur IMT dan kategori status gizimu kan? Tunggu apalagi, yuk sayangi dirimu dengan mengetahui risiko penyakit yang ditimbulkan akibat kelebihan gizi dan obesitas. Jangan lupa lakukan tips di atas agar kamu tetap sehat dan bugar.
Ditulis Oleh:
Aulia Rusdi, S. Gz
Penulis merupakan lulusan S1 Ilmu Gizi di IPB University yang saat ini sedang menempuh Pendidikan Profesi Dietisien di IPB University.


