Antara Prebiotik, Probiotik, dan Kesehatan Mental

Teman Sehat, semenjak wabah COVID-19 melanda, pemerintah melakukan beberapa kebijakan salah satu diantaranya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu terjadi perubahan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memunculkan beberapa asumsi. Rasa takut, khawatir, bahkan stres merupakan respon normal terhadap ketidakpastian  yang terjadi dan bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Apakah kesehatan mental penting?

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Hal ini disebabkan kesehatan fisik berhubungan dengan mental. Kesehatan fisik yang kurang baik, akan berdampak pada kesehatan mental pun sebaliknya.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), masalah kesehatan mental (depresi, kecemasan, kelelahan, dan stres) merupakan penyebab utama beban penyakit global didunia pada abad ke-21. Separuh dari semua gangguan mental di masa dewasa telah dimulai pada usia 14 tahun, tetapi kebanyakan kasusnya ngga terdeteksi dan ngga diobati.

Bagaimana kebiasaan makan dan otak memengaruhinya?

Kesehatan fisik dan mental seseorang bergantung pada kebiasaan makan dan kesehatan otak. Hipotalamus merupakan bagian otak yang memberikan respon terhadap berbagai jenis stres. Tapi, studi terbaru mengungkapkan bahwa makanan memainkan peran utama dalam mengatur stres dan mental. Makanan yang bisa menunjang kesehatan mental, di antaranya yaitu probiotik dan prebiotik.

Probiotik bisa membantu mu

Probiotik merupakan bakteri baik dan ketika kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup, bisa memberikan manfaat bagi tubuh. Caranya dengan meningkatkan  jumlah zat antioksidan, sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan kesehatan mental.

Makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, susu fermentasi, dan olahan fermentasi lainnya merupakan sumber probiotik. Probiotik yang sering digunakan adalah golongan bakteri asam laktat, khususnya Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Bagimana dengan prebiotik?

Bakteri baik juga membutuhkan zat gizi untuk menstimulasi secara selektif pertumbuhan dan aktivitas bakteri, sehingga bisa menunjang kelangsungan hidupnya. Prebiotik merupakan makanan yang ngga bisa dicerna oleh saluran cerna, tapi berfungsi sebagai sumber zat gizi bagi probiotik.

Kamu bisa mendapatkan asupan prebiotik dari karbohidrat jenis oligosakarida dan serat pangan, seperti gandum, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Nah, oleh karena itu penting bagi kamu untuk mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik secara seimbang. Hal ini dilakukan keseimbangan bakteri baik mu di dalam usus tetap terjaga.

Teman Sehat, beberapa penelitian juga sudah menunjukkan bahwa kesehatan mikrobiota pada usus berpengaruh pada kesehatan mental, sehingga bisa menurunkan  risiko depresi, stres, bahkan memperbaiki fungsi kerja otak. So, tunggu apalagi? Jangan lupa diaplikasikan, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.