Sahabat Sehat, umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam sehari, jika kurang atau lebih dari itu maka seseorang bisa dikatakan mengalami masalah tidur. Ternyata banyak tidur bisa jadi salah satu ciri depresi, loh. Padahal selama ini depresi dan stres seringkali dikaitkan dengan kondisi kurang tidur. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Depresi dan banyak tidur
Isu kesehatan mental menjadi topik yang banyak dibicarakan belakangan ini. Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang perlu diatasi segera dengan cara menghubungi profesional seperti dokter, psikolog, atau psikiater untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Hindari self diagnose atau menebak-nebak sendiri kondisi mental tanpa bantuan profesional.

Sebuah studi menunjukkan bahwa banyak tidur merupakan salah satu ciri depresi, bukan akibat dari depresi. Beberapa orang yang didiagnosa mengalami depresi mayor memiliki gejala banyak tidur atau hipersomnia. Depresi mayor merupakan jenis depresi yang menyebabkan penderitanya merasa putus asa dan sedih sepanjang waktu. Studi lain di tahun 2008 menyebutkan bahwa gejala banyak tidur saat depresi lebih banyak terjadi pada perempuan berusia di bawah 30 tahun.
Menurut studi lain, depresi juga mungkin menjadi penyebab seseorang mudah mengantuk di siang hari. Depresi menjadi faktor risiko nomor 1 kantuk yang ngga wajar di siang hari, sedangkan kemungkinan penyebab lainnya yaitu berat badan lebih, menderita diabetes, merokok, dan masalah sleep apnea.
Meskipun demikian, masih banyak penderita depresi yang mengalami gejala insomnia dibandingkan hipersomnia. Insomnia merupakan masalah tidur paling umum bagi penderita depresi. Insomnia dialami sekitar 75% pasien dewasa yang mengalami depresi, sedangkan yang mengalami hipersomnia hanya 15%.
Apa keluhan lainnya?
Penderita hipersomnia seringkali mengalami kebingungan saat bangun tidur. Ada pula yang masih merasa kehabisan energi meskipun sudah banyak tidur, serta ngga bisa menemukan motivasi untuk bangun dari tempat tidur dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keluhan lain yang dialami seseorang yang terlalu banyak tidur, yaitu mengalami gngguan konsentrasi dan memori, berpikir atau berbicara lamban, iritabilitas, mudah cemas, serta mengalami perubahan nafsu makan dan berat badan.
Keluhan di atas juga dialami penderita depresi. Meskipun begitu ngga semua yang mengalami banyak tidur merupakan penderita depresi. Kamu bisa saja mengalami banyak tidur karena kekurangan waktu tidur pada malam hari yang disebabkan berbagai gangguan seperti suara berisik, cahaya terlalu terang, mimpi buruk, atau efek obat-obatan.
Cara memperbaiki pola tidur
Pola tidur yang berantakan akan mengurangi produktivitas dan kualitas hidup kamu. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera diatasi. Diantaranya dengan melakukan konsultasi dengan terapis, menerapkan jadwal dan jumlah tidur secara konsisten, membatasi tidur siang hanya 10-20 menit, menghindari alkohol, berjemur dan lakukan aktivitas di luar ruangan, serta berolahraga secara rutin.
Beberapa orang mengalami banyak tidur setelah melakukan aktivitas berat atau kegiatan tertentu. Sesekali kondisi banyak tidur mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi jika telah menjadi kebiasaan yang mengganggu aktivitas lainnya, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Jangan lupa bagikan infromasi ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

