Botulisme, Keracunan Makanan Kaleng

Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu tau botulisme itu apa? Mungkin kamu pernah mendengarnya di tv, ini merupakan salah satu jenis dari keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Bakteri tersebut juga terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak. Lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

risiko botuisme pada makanan kaleng
Foto: Pixabay.com

Apa itu botulisme?

Botulisme merupakan keracunan yang serius yang mengancam nyawa. Keracunan ini disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum, yaitu jenis racun neurotoksin (racun yang menyerang saraf). Keracunan akibat bakteri ini sangat jarang terjadi, infeksi ini juga terjadi pada hewan.

Ada tiga jenis akibat bakeri C. botulinum ini pada manusia. Pertama, infart botulism, yaitu akibat tertelan spora C. botulinum. Kedua, food borne botulism akibat tertelannya bakteri beserta racun bakteri C. botulinum bersama makanan. Ketiga, infection botulism akibat pertumbuhan dan berkembang bakteri C. botulinum pada usus.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri ini dapat dapat bertahan pada suhu kamar dan suhu dingin, tetapi dapat diinaktifikasi dengan suhu pemanasan 100oC dengan waktu 10 menit. Kondisi kaleng makanan yang penyok dan berkarat yang digunakan sebagai kemasan berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba.

Gejala yang terjadi bila terinfeksi

Gejala awal yang dialami yaitu mual, diare, dan sembelit ini dapat terjadi dalam waktu 12-36 jam atau bahkan dapat juga 2 jam setelah terkonsumsinya bakteri C. botulinum. Gejala keracunannya bersifat neuroparalitik, yaitu menyebabkan kelumpuhan bagian tubuh tertentu karena susunan syaraf yang terganggu.

Secara umum gejala yang dapat dirasakan yaitu kesulitan menelan (disfagia), sulit berbicara, mulut kering, kelopak mata terkulai, melemahnya otot wajah, paralisis (melemahnya saraf) otot yang menyabar ke diagfragma, paru dan jantung. Jika konsentrasi racun 1 nanogram/kg berat tubuh, dapat menyebabkan kematian.

keracunan makanan butulisme
Foto: Pexels.com

Cara pencegahannya

Cara pencegahannya yaitu dengan melakukan pemanasan pada makanan kaleng yang akan dikonsumsi selama 20-100 menit dengan suhu 120oC, disesuaikan dengan jenis makanannya. Hindari makanan kaleng yang sudah rusak, makanan yang diawetkan sudah berbau, makanan kedaluwarsa, dan makanan yang disimpan pada suhu yang tidak sesuai.

Sahabat Sehat, sekarang kamu sudah mengetahui botulisme beserta penyebabnya. Bakteri ini biasanya ditemukan pada sayur atau buah rendah asam yang dikalengkan; ikan kalengan; ikan yang difermentasi, diasapkan, dan diasinkan; serta daging kalengan.

Oleh karena itu, disarankan untuk lebih teliti saat Sahabat Sehat akan membeli atau mengolah makanan kaleng, hindarilah kemasan yang sudah rusak atau menggembung, apalagi bila produk telah lewat masa kedaluwarsa. Jangan lupa share juga informasi ini keteman-temanmu.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Natalia & Priadi. 2012. B;otulismus: Patogenesis, Diagnosis Dan Pencegahan. http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/4846/Botulism-%20Pathogenesis%2C%2;0Diagnosis%20and%20Prevention.pdf?sequence=1&isAllowed=y. Diakses 8 Januari 2023.

Rorong & Wilar. 2020. Keracunan Mkanan Oleh Mikroba. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/tsj/article/download/34125/32196. Diakses 8 Januari 2023.

Supenah. 2019. Identifikasi Bakteri Clostridium Botulinum Pada Sarden Kemasan Kaleng Berbagai Merk Yang Dijual Di Swalayan X. https://media.neliti.com;;/media/publications/330293-identifikasi-bakteri-c;lostridium-botulin-47a1e273.pdf. Diakses 8 Januari 2023.

Yuwisa. 2014. Optimasi Proses Termal untuk Membunuh Clostridium botulinum. http://journal.ift.or.id/files/33%20Optimasi%20Proses%20Termal%20untuk%20Membunuh%20Clostridium%20botulinum%20.pdf. Diakses 8 Januari 2023.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.