Sahabat Sehat, pernahkah kamu mendengar tentang Coenzyme Q10 (CoQ10) atau ubiquinone? Sekarang mulai banyak bermunculan suplemen atau makanan fungsional CoQ10. Kira-kira buat apa ya fungsinya?
Apa itu CoQ10?
CoQ10 adalah lemak lipofilik yang sumber utamanya berasal dari proses biosintesis dan disimpan di mitokondria sel. Mitokondria bertugas menghasilkan energi. CoQ10 memainkan peran penting sebagai pembawa elektron dalam fosforilasi oksidatif mitokondria dan sebagai antioksidan. Caranya dengan melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan bakteri atau virus penyebab penyakit.

Proses pembentukan CoQ10 dalam tubuh ternyata cukup kompleks, loh! Setidaknya diperlukan 7 jenis vitamin (vit. B2 [riboflavin], vit. B3 [niacinamide], vit. B6, asam folat, vit. B12, vit. C, dan asam pantotenat), serta beberapa trace elements. Kalau tubuh kekeurangan beberapa komponen tersebut, bisa-bisa peroses pembentukan CoQ10 jadi terganggu.
Selain diproduksi secara alami oleh tubuh, CoQ10 bisa diperoleh melalui makanan termasuk telur, ikan berlemak, jeroan, kacang-kacangan dan unggas. Nah, biasanya paling CoQ10 banyak ditemukan pada sel otot jantung karena kebutuhan energi yang tinggi dari jenis sel ini.
Akibat Defisiensi CoQ10
Studi menunjukkan jumlah CoQ10 dalam tubuh yang rendah bisa menyebabkan berbagai penyakit. Hal ini mungkin disebabkan oleh ngga terpenuhinya asupan gizi harian, adanya gangguan dalam proses pembentukan, pemanfaatan yang berlebihan oleh tubuh, atau kombinasi dari ketiganya.
Disamping itu, adanya penyakit mitokondria, stres oksidatif karena penuaan, dan efek samping pengobatan statin (penurun kolesterol) juga berpengaruh pada penurunan produksi CoQ10. Penurunan defisiensi CoQ10, diduga menjadi pemicu beberapa jenis kelainan otot jantung dan penyakit kakeksia, yaitu sindrom kompleks yang menyebabkan hilangnya otot dan ngga bisa sepenuhnya dikembalikan melalui suplementasi zat gizi.

Manfaat CoQ10 bagi Kesehatan Jantung
Penelitian oleh kelompok ilmuan dari Saint Luke’s Mid America Heart Institute terhadap 420 pasien dengan keluhan gagal jantung, telah membuktikan bahwa pemberian CoQ10 (100 mg 3x/hari) atau plasebo selama 2 tahun mampu memperbaiki gejala kardiovaskular dan mengurangi risiko kematian akibat masalah jantung. Hasil ini didukung oleh salah satu publikasi dalam JACC Heart Fail, yang menyebutkan bahwa terapi dengan CoQ10 membantu memulihkan tingkat produksi energi optimal, mengurangi kerusakan oksidatif, dan meningkatkan fungsi jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika dikombinasikan dengan zat gizi lain, CoQ10 membantu pemulihan pada orang yang menjalani operasi bypass dan katup jantung. CoQ10 membantu penanganan gejala gagal jantung dengan meningkatkan fungsi jantung, meningkatkan proses penyimpanan dan transpor energi dalam sel, serta membatasi kerusakan oksidatif.
Dosis CoQ10 dan Efek Samping
Asupan Coenzyme Q10 diasosiasikan dengan peningkatan kinerja dan fungsi jantung. Selain itu, bisa melawan efek samping obat penurun kolesterol. Rekomendasi asupan CoQ10 yaitu 90-200 mg per hari, kondisi kesehatan tertentu memerlukan dosis lebih tinggi sebesar 300-600 mg.
Umumnya, asupan CoQ10 bisa diterima tubuh dengan baik. Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti mual, diare dan sakit kepala, atau ruam kulit terutama penggunaan dosis tinggi. Perlu menjadi perhatian pula bahwa CoQ10 bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat, jadi kalau Sahabat Sehat mau melakukan suplementasi CoQ10 sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
