Terpaku dan terjebak masa lalu atau terjerat dalam pikiran “bagaimana kalau…”, mungkin sering dialami. Wajar jika seseorang mengalami hal tersebut karena banyaknya beban pikiran karena kejadian yang menurutnya berisiko.
Pikiran dan kecemasan semacam ini mungkin terlihat biasa, namun ternyata berbahaya jika dibiarkan. Overthinking tersebut berdampak pada kesehatan, baik fisik, maupun mental. Jika sering terjadi, kondisi kesehatan bisa sangat terganggu. Aktivitas Sahabat Sehat pun bisa ngga berjalan baik.

Dampak Overthinking bagi Kesehatan
Overthinking adalah kondisi saat seseorang memikirkan banyak hal secara berlebihan dan terdapat kecemasan akibat bayang-bayangnya sendiri. Dalam jangka panjang, overthinking memicu berbagai dampak negatif untuk kesehatan tubuh.
Gangguan Pencernaan
Terlalu banyak memikirkan sesuatu bisa menimbulkan stres dan memengaruhi sistem pencernaan, seperti radang usus, sekresi lambung, radang usus, peningkatan permeabilitas usus, dan perubahan mikrobiota usus. Stres juga menyebabkan peningkatan gas pada pencernaan, sehingga penyerapan zat gizi bisa terganggu.
Gangguan Kinerja Otak
Otak adalah organ tubuh paling terdampak ketika overthinking. Beban pikiran dan kecemasan bisa membuat pusing hingga kepala berat hingga konsentrasi pun menurun. Hormon kortisol yang diproduksi berlebihan saat kamu terlalu banyak pikiran perlahan bisa merusak sel otak. Pada kondisikronis bahkan bisa mengubah fungsi otak yaitu mengubah struktur dan konektivitasnya.
Gangguan Fungsi Jantung
Overthinking juga berisiko pada kesehatan kardiovaskular. Pusing, sakit dada, dan takikardia, merupakan berbagai masalah yang muncul karena overthinking. Bahkan, cara yang salah dalam mengatasi overthinking bisa menimbulkan gangguan jantung, seperti makan berlebihan, merokok, mengonsumsi alkohol, dan gaya hidup pasif.
Gangguan Kekebalan Tubuh
Sahabat Sehat, tahukah kamu jika overthinking bisa mengganggu kekebalan tubuh? Memikirkan hal yang sudah lalu atau ditakutkan akan terjadi, bisa menyebabkan stres atau tekanan dalam diri. Akibatnya, terdapat pelepasan kortisol dalam tubuh yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Saat pertahanan alami tubuh ditekan, justru lebih rentan pada infeksi penyakit.
Gangguan Kesehatan Kulit
Kesehatan kulit juga bisa terganggu karena overthinking. Berpikir berlebihan mendorong tubuh melepaskan zat kimia pada sel syaraf yang akan mengubah cara tubuh merespon beragam fungsi. Oleh karena itu, tubuh jadi rentan pada peradangan dan sensitivitas. Dampaknya pada kulit adalah meningkatkan risiko ruam.
Hal tersebut juga memperburuk sejumlah gangguan kulit, seperti pruritus, dermatitis atopik, dermatitis seboroik, psoriasis, alopecia, dan areata. Sistem endokrin, sistem kekebalan tubuh, dan sistem kompleks kulit yang saling berhubungan, dipengaruhi oleh stres kronis yang akhirnya memperburuk penyakit kulit.

Cara Mengatasi Overthinking
Setelah mengetahui betapa bahayanya overthinking untuk kesehatan, Sahabat Sehat bisa lakukan upaya untuk mengatasinya sebelum terlambat. Menurut Nurul Kusuma Hidayati, psikolog dan peneliti Central Public Mental Health UGM, memang ngga mudah mengubah kebiasaan overthinking, sehingga perlu kemauan dan tekad kuat yang dimulai dari menyadari apa yang sedang dipikirkan, kemudian mengarahkan pikiran ke arah lebih rasional.
Jika sedang banyak pikiran, maka berusahalah untuk tenang, rileks, dan pahami semua akan baik-baik saja. Setelah mengetahui penyebabnya, berusahalah mencari solusinya. Bahkan, kamu bisa menceritakan kepada orang terdekat yang bisa dipercaya untuk memberikan solusi atau sekadar menenangkan.
Hindari pikiran buruk tentang dampak dari masalahmu, ini sangat membantu mengurangi overthinking. Hindari larut pula dengan perasaan ngga nyaman supaya kamu ngga penat dan stres. Kembalikan pula mood kamu dengan upaya pengalihan, seperti meditasi, berjalan-jalan, atau melakukan kegiatan lain yang disukai. Jika memang persoalan yang dihadapi terlalu besar dan belum menemukan solusinya, maka memninta bantuan profesional bisa menjadi solusi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
