Sahabat Sehat, Indonesia selain terkenal atas kekayaan budayanya, juga terkenal dengan keragaman kulinernya. Hal ini salah satunya terlihat dari ragam makanan pokok di Indonesia. Masyarakat Papua misalnya mengonsumsi gembili sebagai makanan pokok, tak hanya itu gembili memiliki nilai kultural dan spiritual khususnya bagi masyarakat adat Kanume dan Kemtuk Gesi.

Apa itu gembili?
Gembili (Dioscorea esculenta L.) adalah umbi dari famili Dioscoreacea. Gembili merupakan jenis tumbuhan yang berbuah di bawah tanah (pala pendem dalam bahasa Jawa). Gembili hampir menyerupai ubi jalar dengan ukuran relatif kecil dengan permukaan lunak, berwarna cokelat muda dan berkulit tipis. Daging gembili berwarna putih bersih dengan tekstur menyerupai ubi jalar dan rasa yang khas.
Bagi suku Kanume, gembili, merupakan tanaman sakral untuk acara adat. Gembili dianggap sakral, suku Kanume yang hidup di Yanggandur terdapat aturan tidak boleh memperjualbelikan gembili sembarangan. Gembili biasa tersaji sebagai makanan dalam acara adat atau saat ada kunjungan dari luar Yanggandur.
Kandungan Gizi Gembili
Umbi gembili memiliki susunan kandungan gizi yang bervariasi sesuai dengan spesies dan varietasnya. Komponen terbesar dari umbi gembili adalah karbohidrat yang sebesar 27-37%. Kandungan gizi makro dalam 100 g umbi gembili, yakni protein 1,1 g, lemak 0,2 g, dan karbohidrat 31,3 g. Selain itu, terkandung serat 1 g, abu 14 g, kalsium 56 mg, fosfor 0,6 g, beta karoten 0,08 SI, vit.B1 4 mg, vit.C 66,4 mg dan air 85 g. Senyawa bioaktif dalam gembili terutama dari metabolit primer seperti asam amino, asetil Co-A, asam mevalonat dan zat antara dari jalur shikimat.

Pemanfaatan dan Pengolahan Gembili
Kegunaan utama dari gembili adalah pangan tinggi karbohidrat. Gembili dapat dikukus atau dibakar tanpa dikupas terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Gembili juga enak untuk dibuat keripik. Tepung umbi gembili cocok diolah dengan teknik pengukusan, hal ini dikarenakan pengolahan dengan penggorengan dan pemanggangan menyebabkan rasa pahit. Tepung gembili memiliki karakteristik pendukung untuk dijadikan produk oalahn lain seperti kue, roti dan cookies.
Selain dikonsumsi langsung sebagai pangan, gembili juga dimanfaatkan dalam industri pangan. Gembili juga mengandung glukomanan yang dapat berpotensi pada bidang industri pangan sebagai pentabil dan pengental, maupun dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
Manfaat Kesehatan Gembili
Gembili mengandung senyawa bioaktif seperti dioscorin (protein simpanan pada Dioscorea) dan diosgenin. Dioscorin memiliki aktivitas antioksidan melawan radikal bebas. Diosgenin merupakan prekursor berbagai steroid sintetis yang banyak digunakan dalam industri farmasi.
Berbagai penelitian mempublikasikan peran menguntungkan diosgenin terhadap gangguan metabolik (hiperkolesterolemia, dislipidemia, diabetes dan obesitas), peradangan dan kanker. Ekstrak etanol gembili memiliki aktivitas anti-kanker terhadap siklus perkembangan sel kanker payudara. Penelitian pre-klinik pada objek diabetes menunjukkan bahwa pemberian tepung gembili dapat menurunkan kadar glukosa darah.
Sahabat Sehat, tertarik untuk mencoba diversifikasi pangan dengan gembili ?. Mempertimbangkan manfaat gembili bisa juga dijadikan alternatif bahan dasar pembuatan cemilan sehat. Selamat berkreasi!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
