Memiliki tubuh yang sehat dan bugar tentunya menjadi impian bagi semua orang, termasuk mereka yang mulai memasuki usia lanjut. Pada usia tersebut beberapa fungsi tubuh mulai mengalami penurunan, sehingga lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan lansia, yakni menjaga gaya hidup dan asupan gizi. Berikut ulasan singkat dari Webinar PERGIZI PANGAN Seri 63 mengenai “Gizi dan Gaya Hidup Agar Sehat dan Berguna Sampai Tua”.

Gizi dan Gaya Hidup terhadap Kesehatan Lansia
Mungkin Sahabat Sehat sering mendengar apa yang dilakukan saat ini, akan mencerminkan keadaan kamu di hari esok. Yap, ternyata pernyataan ini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan saat menginjak lanjut usia.
Dalam kata sambutannya, Prof Dr Hardinsyah MS, selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia menyatakan, “Jika membicarakan gizi dan kesehatan diusia lanjut, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat dari sekarang sebagai modal saat menginjak usia lanjut. Sejak muda kita perlu mulai berinvestasi pada kesehatan, salah satunya memperhatikan hal yang berkaitan dengan komponen gizi.”
Prof Dr dr Siti Setiati SpPD-KGer MEpid FINASIM, Dosen Divisi Geriatri, Departeman Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI, juga menjelaskan mengenai adanya kaitan kebiasaan di masa muda yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan saat lansia.
“Berdasarkan data tahun 2018, sebanyak 44% lansia di Indonesia memiliki multimorbiditas. Mereka memiliki penyakit kronik yang lebih dari satu. Penyakit ini ngga semerta-merta muncul di hari tua, melainkan berasal dari proses panjang sejak usia muda” jelas Prof Dr dr Siti Setiati.
Risiko Kesehatan saat Lansia
Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan saat memasuki usia lanjut. Seperti yang dikatakan Prof Dr dr Siti Setiati, yakni dengan melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi pangan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengelola stress dan menjaga interaksi sosial.
“Makanan yang kaya vitamin, mineral dan flavonoid bisa menurunkan inflamasi (peradangan). Seperti yang kita tahu, proses penuaan seringkali menyebabkan inflamasi dosis rendah (low-grade inflammation). Hal ini bisa ditekan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3” tambah Prof Dr dr Siti Setiati.

Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan Prof Dr drg Tri Budi Wahyuni Rahardjo MS, Rektor Universitas Respati Indonesia, mengenai gizi sebagai faktor proteksi terhadap salah satu penyakit yang banyak dialami lansia, yakni demensia.
“Demensia bisa dicegah dengan menerapkan tujuh dimensi kesejahteraan yang meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional dan dukungan lingkungan. Penerapannya bisa dilakukan semenjak kita menginjank usia baya, bahkan jauh sebelumnya” tambah Prof Dr drg Tri Budi Wahyuni.
Masalahan Gizi pada Lansia
Selain berisiko mengalami penyakit kronik, asupan gizi yang kurang tepat juga menyebabkan gangguan makan pada lansia. Hal tersebut diperjelas oleh materi yang diberikan Dr Fatmah SKM MSc, Kepala Centre for Ageing Studies UI (CAS-UI).
“Lansia rentan mengalami gangguan makan seperti anoreksia geriatri atau hilangnya napsu makan. Penurunan napsu makan ini bisa terjadi akibat perubahan faktor fisiologis maupun farmakologi dari obat-obatan yang dikonsumsi bila lansia mengalami penyakit kronik. Bisa juga akibat pengaruh lingkungan , pengaruh sosial dan metabolik” jelas Dr Fatmah. Gangguan makan ini, nantinya akan menimbulkan permasalahan gizi seperti gizi kurang (KEP), anemia dan gizi lebih atau obesitas.
Yuk, mulai terapkan pola hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang dari sekarang. Sahabat Sehat juga bisa mengikuti Webinar PERGIZI PANGAN untuk mendapat banyak informasi menarik seputar gizi dan kesehatan. Semoga bermanfaat!
