Halo Sahabat Sehat! Setiap orang memiliki golongan darah yang berbeda, maka komponen darah yang terkandung di dalamnya pun tentu tak sama. Faktor inilah yang sering digunakan dalam proses donor darah untuk mengukur kecocokan darah antara pendonor dan penerima donor atau resipien.
Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard School of Public Health (HSPH), menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara risiko penyakit jantung dengan golongan darah. Yuk, simak informasinya!

Mengenal golongan darah
Darah di dalam tubuh terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, plasma dan trombosit. Permukaan sel darah merah terdapat suatu molekul (protein) yang berikatan dengan karbohidrat. Ikatan keduanya disebut dengan antigen, penentu tipe darah yang kamu miliki.
Antigen digolongkan ke dalam delapan jenis darah dasar, yaitu A, B, AB, dan O, masing-masing bisa memiliki rhesus positif atau negatif. Darah dikatakan rhesus positif jika terdapat protein pada permukaan sel darah merah. Sedangkan protein ini ngga dijumpai pada darah yang tergolong rhesus negatif.
Sistem golongan darah ABO memiliki risiko tersendiri dalam mempengaruhi kesehatan tubuh. Tipe darah ditentukan oleh senyawa yang berada dalam tubuh, zat ini berpotensi untuk berinteraksi dengan sistem imunitas tubuh. Contohnya, golongan darah B menerima tipe darah A, maka akan memicu respon kekebalan untuk menghancurkan zat asing yang dianggap ngga cocok dengan tubuhnya.
Dampak interaksi tersebut adalah munculnya gumpalan darah yang bisa menyumbat aliran darah, berisiko pecah dan berbahaya untuk pembuluh darah. Hal ini mengacu pada beberapa hasil studi penelitian pendukung yang menemukan adanya hubungan antara tipe darah dan sejumlah penyakit.
Bagaimana kaiatannya dengan kesehatan jantung?
Sahabat Sehat, ada beberapa orang yang mempunyai golongan darah tertentu disebut lebih berisiko terjangkit suatu penyakit tertentu. Seorang asisten professor dan timnya yang berasal dari HSPH menemukan bahwa golongan darah A, B, atau AB memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit jantung koroner dibandingkan golongan darah O.

Menurut American Heart Association (AHA), golongan darah A, B, dan AB lebih mungkin mengalami serangan jantung dan gagal jantung daripada golongan darah O. Ahli Hematologi Penn Medicine, Guggenheim menyebutkan salah satu alasan kemungkinan peningkatan risiko ini yaitu peradangan. Protein pada tipe darah A, B, dan AB bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan atau penebalan pembuluh darah dan arteri.
Berbagai hasil penelitian diharapkan bisa digunakan untuk membantu para dokter dan siapa saja supaya bisa meminimalisir atau mengurangi risiko ini. Penerapan gaya hidup sehat dan seimbang juga patut Sahabat Sehat coba sebagai salah satu strategi memperlambat datangnya rangkaian penyakit.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
