Tahukah Sahabat Sehat, pada tahun 2021, International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20 – 79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Diabetes ini juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 detik. Diabetes merupakan penyakit dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena kurangnya insulin. Insulin ini erat sekali kaitannya dengan proses terjadinya diabetes.

Mengenal Peran Insulin Ketika Makan
Insulin merupakan hormon yang memiliki dua peran utama. Pertama, menghasilkan energi dari makanan yang kamu konsumsi. Kedua, menyimpan kelebihan energi. Dalam menyimpan kelebihan energi, ada dua cara pula. Cara pertama, insulin akan memecah energi menjadi satuan lain yang disebut glikogen lalu disimpan di dalam liver. Akan tetapi, ruang untuk glikogen pada liver sifatnya terbatas. Maka ketika liver tidak lagi mampu menampung glikogen, energi akan disimpan dengan cara yang kedua, yaitu disimpan sebagai bentuk cadangan lemak. Baik itu di liver maupun organ lain. Cadangan lemak berlebih inilah yang juga menjadi pemicu munculnya penyakit lain.
Insulin dan Diabetes
Diabetes terjadi karena insulin yang bekerja dengan keras hingga pada taraf insulin tidak lagi mampu bekerja secara normal. Perlu kamu ketahui, bahwa semua makanan memang menyebabkan peningkatan insulin sampai taraf tertentu. Namun beberapa makanan, seperti makanan tinggi gula, cenderung yang paling menyebabkan peningkatan insulin yang paling tinggi. Ketika insulin sudah lelah akibat terlalu banyak memproses makanan tinggi gula yang masuk ke tubuh kamu, maka insulin tidak lagi sepeka ketika normal. Hal ini akan menyebabkan gula darah mudah meningkat dan di situlah gejala-gejala diabetes muncul.

Apa yang Terjadi pada Insulin Ketika Berpuasa?
Proses menggunakan dan menyimpan energi yang terjadi ketika kamu makan akan terjadi sebaliknya ketika kamu tidak makan. Jika ketika makan kadar insulin meningkat, maka ketika kamu berpuasa kadar insulin akan menurun. Akan tetapi bukan berarti tidak terjadi apa-apa. Ketika tidak ada energi yang masuk, tubuh kamu akan membakar cadangan energi tersebut.
Pada proses awal puasa, insulin dan kadar gula darah akan menurun, tetapi masih dalam batas normal. Ketika puasa, insulin akan beristirahat. Istirahatnya inilah yang akan membuat insulin menjadi lebih sensitif lagi untuk mengolah makanan menjadi energi nanti.
Sahabat Sehat, perlu digarisbawahi bahwa efek ini memang secara umum terjadi pada semua orang, termasuk penderita diabetes. Beberapa penelitian juga telah membuktikan manfaat puasa bagi penderita diabetes tipe 2. Namun, konsultasi pada ahlinya tetap diperlukan, terutama jika memiliki kondisi tertentu.
