Lagi Viral, Inilah Manfaat Buah Kering

Buah kering umumnya dikonsumsi sebagai camilan dan bahan pelengkap hidangan. Hampir semua kalangan menyukainya, termasuk anak-anak, karena rasanya manis dan lezat. Buah yang dikeringkan ini semakin populer di tengah masyarakat karena lebih awet dan tahan lama. Proses pengeringan membuat buah menyusut, namun tetap padat gizi.

manfaat buah kering
Foto: Pexels.com

Rekomendasi Buah Kering

Buah kering banyak direkomendasikan sebagai camilan sehat. Kandungan gizinya baik untuk tubuh karena tidak memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Sahabat Sehat yang sedang diet bisa mencoba mengonsumsi buah kering sebagai alternatif.

Kismis atau anggur kering sering direkomendasikan karena rendah natrium, namun kaya serat dan bebas lemak. Tomat kering juga cukup populer karena mengandung likopen. Bluberi kering mengandung vitamin A. Buah plum kering juga mengandung multivitamin dan dapat meningkatkan sistem pencernaan. Buah lainnya yang tak kalah bergizi adalah aprikot, ara, goji berry, nanas, pisang, dan cranberry.

Manfaat Buah Kering untuk Kesehatan

Dibandingkan buah segar, buah kering lebih mudah disimpan, lebih simpel dikonsumsi, dan tahan lama. Keunggulan lainnya, buah kering mengandung beragam manfaat.

Buah kering kaya serat, potasium, dan beragam senyawa bioaktif. Indeks glikemik buah kering juga rendah hingga sedang, sehingga menurunkan risiko diabetes. Diet buah kering dapat menurunkan kolesterol.

Kandungan potasium pada buah kering mampu  menjaga kesehatan jantung. Tahukah Sahabat Sehat? Satu ons buah kering lebih banyak mengandung antioksidan dan serat dibandingkan buah segar.

Buah yang dikeringkan mengandung mikronutrien, serat, dan berbagai bioaktif, seperti fenolik, karotenoid, flavonoid, fitoestrogen, dan beberapa antioksidan. Komponen bioaktif berkontribusi terhadap kemoprevensi kanker. Dibandingkan buah segar, buah kering lebih protektif mencegah risiko kanker kolorektal, nasofaring, kandung kemih, dan pankreas.

buah kering
Foto: Pexels.com

Bolehkah Anak Mengonsumsi Buah Kering?

Anak boleh mengonsumsi buah kering saat sudah bisa mengonsumsi makanan padat atau finger food. Umumnya, usianya 8-9 bulan. Meskipun demikian, sebagian berpendapat jika buah kering sama dengan permen atau jus kemasan yang tinggi gula. Sebagian lainnya menilai bahwa buah kering sehat dan aman untuk anak karena berasal dari buah segar.

Buah kering menjadi alternatif unik bagi anak dalam mengonsumsi buah. Buah yang dikeringkan mengandung serat, zat besi, potasium, dan aneka antioksidan, sehingga mendukung kesehatan si kecil. Meskipun demikian, berhati-hatilah saat memberikan buah kering pada anak karena teksturnya kering dan lengket yang menyebabkan mudah menempel di gigi. Potonglah buah kering menjadi bagian kecil seukuran kismis agar mudah dikonsumsi dan tidak tersedak. Temanilah anak saat makan dan segera bersihkan giginya setelah mengonsumsi buah kering.

Selain itu, pastikan tidak mengonsumsi buah kering secara berlebihan karena kandungan gulanya yang cukup tinggi. Beberapa buah kering juga mengandung beberapa bahan pengawet dan pemanis tambahan.

Referensi

Alodokter.com. 2023. Bolehkah Anak Makan Buah Kering? https://www.alodokter.com/bolehkah-si-kecil-makan-buah-kering. Diakses pada 18 Desember 2023.

Andriani, Santi. 2023. Viral Ngemil Buah Kering di Media Sosial, Betulkah Lebih Sehat? https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/nutrisi/apakah-camilan-buah-kering-menyehatkan/. Diakses pada 18 Desember 2023.

Claudia. 2023. 6 Buah Kering untuk Camilan Sehat. https://new.yesdok.com/id/article/6-buah-kering-untuk-camilan-sehat. Diakses pada 18 Desember 2023.

Halodoc.com. 2020. Apakah Mengonsumsi Buah Kering Baik untuk Kesehatan? https://www.halodoc.com/artikel/apakah-mengonsumsi-buah-kering-baik-untuk-kesehatan. Diakses pada 18 Desember 2023.

Yunita, Theresia. 2022. Buah Kering, Baik atau Buruk untuk Kesehatan? https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/buah-kering-baik-atau-buruk-untuk-kesehatan. Diakses pada 18 Desember 2023.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.