Halo Sahabat Sehat! Tahukah kamu bahwa ada beberapa senyawa dalam tubuh yang dibutuhkan sebagai sumber penghasil energi, fosforilasi oksidatif, dan glikolisis. Nah, salah satu zatnya adalah magnesium yang merupakan salah satu jenis mineral esensial yang dibutuhkan tubuh.
Produksi magnesium dihasilkan secara alami oleh tubuh, lebih banyak dijumpai pada tulang dan sisanya berada di jaringan lunak dan dalam darah. Makanan, suplemen dan obat-obatan merupakan ragam sumber penunjang asupan magnesium dalam tubuh.
Lantas, sejauh apa peranan magnesium ini dalam tubuh kamu? Yuk, simak beragam informasinya.

Peran magnesium dalam tubuh
Selain sebagai sumber energi, zat gizi magnesium diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan beragam fungsinya, yakni membantu perkembangan struktur tulang, meningkatkan kemampuan dalam berolahraga dan aktivitas fisik, serta membantu menjaga kesehatan jantung.
Magnesium membantu menjaga kepadatan mineral sehingga bisa mengurangi risiko tulang yang patah dan penyakit osteoporosis. Juga diketahui dapat membantu memindahkan gula darah menuju otot dan membuang laktat (senyawa penyebab rasa lelah). Selain itu, magnesium juga berperan dalam pengendalian detak jantung, melindungi jantung dari tekanan otot melalui pengaruhnya terhadap sistem saraf dan pencernaan.
Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa magnesium bisa membantu meningkatkan pengendalian gula darah, mencegah serangan migrain, mengurangi peningkatan tekanan darah, dan perlindungan terhadap kondisi depresi. Pada bidang kesehatan, magnesium diketahui terbukti bisa mengobati sakit kepala, nyeri kronis, asma, dan gangguan tidur.
Dampak kekurangan magnesium
Hipomagnesemia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi rendahnya jumlah magnesium dalam tubuh. Tanda yang jelas mengenai kondisi ini seringkali ngga muncul. Penyebabnya pun beragam, mulai dari obat-obatan hingga penyakit yang menyertai (misalnya diabetes).

Nah, beberapa efek seperti kram otot yang bisa berakhir menjadi kejang; kesehatan mental, yakni penurunan kesadaran hingga koma; gangguan kecemasan (peningkatan risiko depresi); mudah lelah dan lemah otot; tekanan darah tinggi yang menjadi pemicu penyakit jantung; asma akibat adanya penumpukan kalsium pada otot pelapis saluran udara di paru; detak jantung menjadi ngga teratur (aritmia) dengan gejala pusing, sesak nafas, sakit dada, pusing, dan lelah bisa terjadi apabila seseorang mengalami defisiensi magnesium.
Sahabat Sehat, sumber magnesium yang belum tercukupi dalam tubuh bisa ditambah dengan mengonsumsi suplemen sebagai alternatif. Magnesium juga banyak ditemui pada makanan nabati dan hewani, misalnya biji-bijan dan kacang-kacangan, serta sayuran berwarna hijau.
Bagi penyandang penyakit tertentu, seperti diabetes, yang rentan kehilangan sejumlah magnesium, diperlukan untuk berkonsultasi dengan dokter. Konsumsi makanan kaya magnesium atau suplemen bisa membantu kamu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi magnesium dalam tubuh.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
