Makanan Kaleng: Praktis Tapi Berisiko Sebabkan PJK?

Sahabat Sehat sudah tidak asing lagi ya, kalau makanan kaleng kini menjadi makanan populer di kehidupan sehari-hari karena bentuk kemasan yang praktis dan mudah diperoleh di mana saja. Berbagai macam makanan dapat ditemukan dalam bentuk kemasan kaleng, mulai dari daging, ikan, hingga buah-buahan. Namun, di balik kemasan praktisnya, makanan kaleng mempunyai risiko kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang, lho Sahabat Sehat! Salah satunya adalah risiko penyakit jantung koroner (PJK).

Foto: Freepik

Bagaimana Makanan Kaleng Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Perlu Sahabat Sehat ketahui, bahwa pola makan yang tidak sehat merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung. Hal ini berkaitan dengan penyebab penyakit jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah akibat adanya plak dari kolesterol dan zat lain. Hasil penelitian menyebutkan bahwa makanan kaleng memiliki berbagai kandungan yang dapat berkontribusi pada peningkatan resiko PJK.

Kandungan Natrium Tinggi

Makanan kaleng merupakan makanan dengan pengolahaan ultra process yang diproduksi dengan teknik pengawetan. Penggunaan garam sering digunakan sebagai bahan untuk mengawetkan makanan dalam waktu yang lama. Hal inilah yang menyebabkan makanan kaleng mengandung banyak natrium. Nah, natrium yang tinggi
melebihi batas konsumsi sehari, berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan dapat berakibat pada masalah jantung.

Kandungan Lemak Trans dan Lemak Jenuh

Makanan kaleng terutama jenis daging olahan banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah yang dapat membentuk plak di pembuluh darah.

BPA dalam kemasan

Bisphenol A (BPA) merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk melapisi bagian dalam kaleng. Zat ini bisa larut dalam makanan sehingga dapat mengganggu kesehatan termasuk risiko penyakit kardiovaskular.

Jadi, Apakah Harus Menghindari Makanan Kaleng?

Foto: Freepik

Sahabat Sehat tidak perlu khwatir ya untuk mengonsumsi makanan kaleng, asalkan mengonsumsi dengan bijak. Ini beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk
mengurangi risiko.

Cek Label Kandungan Gizi

Sahabat Sehat jangan lupa untuk selalu mengecek label kandungan gizi dalam kemasan
makanan untuk mengetahui jumlah aman konsumsi makanan tersebut dalam sehari. Pilih produk makanan dengan kandungan natrium, gula, dan lemak yang rendah.

Batasi Frekuensi

Sahabat Sehat sebaiknya tidak menjadikan makanan kaleng sebagai makanan sehari-hari ya! Namun, dapat membatasi konsumsinya, misalnya hanya satu kali dalam seminggu.

Kombinasikan dengan Makanan Sehat Lain

Ketika mengonsumsi makanan kaleng, sebaiknya dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya. Misalnya, seperti sayur dan buah segar, serta lauk-pauk lain.

Makanan kaleng memang praktis dan ekonomis, namun apabila dikonsumsi berlebihan
dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit termasuk jantung koroner. Sahabat Sehat dapat tetap menikmati kepraktisan produk makanan dalam kaleng dengan memperhatikan kandungan dan membatasi frekuensi konsumsinya sehingga bukan kesehatan yang menajdi korbannya. Mulai sekarang, Sahabat Sehat sebaiknya dapat lebih bijak dalam memilih makanan yang dikonsumsi bagi tubuh.

Ditulis Oleh:

Nailus Syifaul Mufidah, S.Gz
Penulis merupakan lulusan S1 Gizi IPB University yang saat ini
sedang menempuh Pendidikan Profesi Dietisien di IPB University.

Referensi

[AHA] American Heart Disease. 2019. Guideline on the Primary Prevenstion of Cardiovascular Disease. https://www.jacc.org/doi/pdf/10.1016/j.jacc.2019.03.010

Juul F, Vaidean G, Parekh N. 2021 Ultra-processed Foods and Cardiovascular Diseases: Potential Mechanisms of Action. Adv Nutr. 12(5):1673-1680. https://doi.org/10.1093/advances/nmab049

Grillo A, Salvi L, Coruzzi P, Salvi P, Parati G. 2019. Sodium Intake and Hypertension. Nutrients. 11(9):1970. https://doi.org/10.3390/nu11091970

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.