Makanan Sehat bagi Jemaah Haji

Sahabat Sehat, ibadah haji merupakan rukun Islam yang ditunggu-tunggu bagi umat Islam. Dalam menjalankan ibadah haji diperlukan kesiapan baik fisik, mental dan spiritual. Adanya perubahan lingkungan dan iklim, meningkatnya aktifitas fisik dan faktor stress akan berpengaruh pada kondisi fisik selama beribadah di tanah suci. Oleh karena itu diperlukan asupan makanan dan cairan yang cukup sesuai kebutuhan agar dapat mempertahankan kesehatan optimal selama melaksanakan ibadah haji, untuk memenuhinya simak yuk tips berikut!

jemaah haji di tanah suci
Foto: Unsplash.com

Permasalahan Selama Ibadah Haji

Iklim dan lingkungan yang berbeda dengan tanah air membuat banyak Jemaah haji yang mengalami masalah kesehatan seperti flu dan dehidrasi, serta kelelahan dikarenakan aktifitas fisik yang meningkat. Pemberian asupan makanan dan cairan selama menunaikan ibadah haji bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi tubuh sebelum,  selama, dan sesudah menunaikan ibadah haji.  Apalagi Jemaah haji yang mempunyai penyakit bawaan dan lanjut usia membutuhkan pengaturan makanan khusus  dan harus berkonsultasi ke dokter dan ahli gizi. 

Pengaturaan Makan bagi Jemaah Haji

Konsumsilah makanan yang mengandung semua kebutuhan zat gizi yang bisa dipenuhi dari makanan pokok. Jenis makanan pokok yang dipilih sebagai hidangan selama di tanah suci selain nasi putih, adalah nasi brijani, nasi turki, nasi buhari, kentang rebus, roti cane, capati. Sedangkan untuk lauk pauknya dapat dipilih kebab, ayam panggang, kari daging/ayam, ikan goreng, telur rebus, tahu atau tempe. Sayur berkuah seperti sup, salad sayuran, tumis sayuran. Buah buahan seperti pisang, jeruk, apel, kurma, delima. Minuman seperti air zam-zam, sari buah, teh, susu, yoghurt.

Sebelum beraktifitas dan beribadah jemaah haji dianjurkan untuk makan terlebih dahulu, hal ini penting untuk mempersiapkan stamina dan menyimpan energi yang sangat dibutuhkan selama beribadah haji. Minumlah cairan minimal 10 gelas atau 2,5 liter perhari, perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi selama beribadah,  dan sebaiknya batasi minuman bersoda/karbonasi.

jaga hidrasi selama beribadah haji
Foto: Unsplash.com

Perbanyak konsumsi sayuran berwarna hijau, buah buahan terutama buah yang mengandung vitamin C dan banyak mengandung air. Selain mengandung vitamin dan mineral juga serat yang baik untuk pencernaan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Utamakan untuk selalu memilih makanan yang bersih, dalam kondisi baik, utuh, dan tidak kedaluwarsa. Periksa terlebih dahulu bagi yang mendapat makanan dari catering,  segera dimakan sesuai waktu yang tertera ditutup makanannya, Hindari menunda atau menyimpan makanan lebih dari 2 jam untuk mencegah basi. 

Selanjutnya, konsumsilah makanan secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Perlu diingat pula untuk batasi konsumsi garam, gula dan lemak (GGL), terutama bagi jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti kencing manis, hipertensi, hiperkolesterol. Apabila memiliki riwayat penyakit tertentu, sesuaikanlah pengaturan makanannya dengan rekomendasi dari dokter dan ahli gizi. 

Beberapa hal yang juga perlu menjadi perhatian, yaitu konsumsi buah kurma secukupnya; hindari makanan pencetus alergi; serta cuci tangan pakai sabun dan dengan air yang mengalir sebelum dan sesudah makan. Bagi jamaah haji, jangan lupa untuk tetap rutin melakukan aktifitas fisik dengan intensitas yang cukup. Nah, yang ngga kalah penting, beribadahlah sesuai kemampuan fisik masing-masing dan beristirahatlah dengan cukup.

Sahabat Sehat, dengan mencukupi asupan gizi seimbang dan cairan sesuai kebutuhan selama menunaikan ibadah haji diharapkan kondisi tubuh jemaah haji tetap sehat dan bugar, sehingga pelaksanaan ibadah haji menjadi lancar dan menjadi haji mabrur.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Makanan sehat Jemaah Haji, Kemenkes RI, 2018

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.